Kunjungi Pasar Anyar Bogor, Sandiaga Sebut Daya Beli Masyarakat Kian Turun

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 18:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 08 605 1975192 kunjungi-pasar-anyar-bogor-sandiaga-sebut-daya-beli-masyarakat-kian-turun-NmdA7jByII.jpg Sandiaga Uno di Pasar Anyar, Bogor (Foto: Putra/Okezone)

BOGOR - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno mengunjungi kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor, Jawa Barat. Dalam kunjungannya itu, Sandiaga menyapa sekaligus berdialog dengan para pedagang terkait kondisi pasar tradisional.

Dari pantauan Okezone di lokasi, Sandiaga bersama rombongannya tiba di area Pasar Anyar sekira pukul 13.00 WIB. Kedatangannya itu pun disambut meriah oleh masyarakat yang mayoritas kaum ibu-ibu.

Mereka pun rela berdesak-desakan untuk sekedar meminta berswafoto bersama mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu. Setelah memuaskan harsrat ibu-ibu, Sandiaga perlahan masuk ke dalam pasar untuk melakukan dialog singkat dengan para pedagang.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga mendengar keluh kesah para pedagang yang mengaku bahwa kondisi pasar tradisional saat ini semakin sepi.

"Harapan mereka Pasar Anyar ini bisa lebih ramai dikunjungi karena saat ini daya beli kian lesu yang dirasakan pedagang di Pasar Anyar ini. Padahal saya melihat potensinya sangat besar, ini pasar sudah 130 tahun eksis di Bogor," katanya, Kamis, (8/11/2018).

(Baca Juga: Bolehkah Candaan "Tampang Boyolali" ala Prabowo?)

Tidak hanya itu, para pedagang juga mengeluhkan bahwa ada beberapa bahan kebutuhan pokok yang semakin tinggi hingga tentang keberadaan pasar tradisional semakin terpinggirkan oleh pasar modern.

(Baca Juga: )

"Harga dirasakan tinggi salah satunya telur. Pedagang berharap agar pasar ini lebih ramai, ekonomi jangan lesu, harus digenjot. Mungkin ke depan juga kerja sama dengan pasaar modern karena di sini pasar modern tumbuh 34 persen, tapi pasar tradisional turun agar produk mereka tidak mati," jelasnya.

Menurutnya, denyut ekonomi ada pada ekonomi mikro. Sandiaga berjanji akan lebih memperhatikan nasib para pedagang di pasar tradisonal nantinya.

"Sata melihat denyut ekonomi itu ada di akar rumput, ada di ekonomi mikro. Jadi kita perlu hadirkan satu ke khususnan seperti di Istanbul atau seperti kota-kota di luar negeri dengan menjadikan pasar menjadi ikon. Itu yang akan kita kembangkan," tutup Sandiaga.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini