Relawan Perempuan Bravo 5 Tidak Akan Tempatkan Wanita sebagai Objek Politik

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 18:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 08 605 1975202 relawan-perempuan-bravo-5-tidak-akan-tempatkan-wanita-sebagai-objek-politik-wywI3Sfnvj.jpg Ketua Relawan Jokowi-Maruf, Perempuan Bravo 5, Nurmala Kartini. Foto: Okezone/Muhamad Rizky

JAKARTA - Ketua Relawan Prempuan Keren Bravo 5 Nurmala Kartini Sjahrir menegaskan tidak akan menggunakan posisi perempuan sebagai objek.

Hal itu menanggapi istilah emak-emak yang digagas calon wakil presiden Sandiaga Uno yang dinilainya hanya menjadikan perempuan sebagai objek.

"Kami tidak ada kehendak mengatakan emak-emak. Meletakkan perempuan di ranah domestik, menjadi objek. Jadi tolong dicatat itu," kata Kartini saat konfrensi pers di Jakarta Pusat, Kamis, (8/11/2018).

Adik dari Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan itu mengaku keberatan dengan adanya istilah tersebut. Sebagai perempuan dirinya sadsr bahwa posisi perempuan sangat penting dan harus dihormati.

"Perempuan itu berasal dari kata empu, yang dihormati didengarkan. Jadi kami keberatan emak-emak dijadikan konotasi domestik, konotasi objek. Perempuan adalah sebuah entitas," paparnya.

Foto/Okezone

Sebagai ketua tim, dirinya akan memainkan isu-isu yang bisa mencerdaskan kelompok perempuan untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Sebab menurutnya banyak sekali isu yang intoleran sehinga bisa merusak keberagaman.

Baca: Ini Tujuan Jokowi Singgung Tokoh Tegas Tapi Suka Marah-Marah

Baca: Jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Akan Tetap Kritisi Pemerintah

"Kita akan melihat kepada isu dan dialog untuk meredam kita jarang sekali bercakaap cakap dengan cerdas, isu yang menyangkut masalah kesehatan pendidikan kita perlu sekolah vokasi untuk perempuan biar lebih pinter lebih bagus," jelasnya.

"Buat saya, masa Jokowi ini memberi pengharapan yang sangat besar kepada perempuan, tapi pada saat yang sama terjadi polarisasi yang tajam antara yang toleran dan yang menggunakan isu intoleran," sambungya.

Untuk itu kehadiran timnya akan meredam isu tersebut dengan menempatkan keberagaman sebagai hal yang perlu untuk di jaga. "Kita tidak bisa biarkan itu justru itu tugas kaum perempuan untuk meletakkan kembali ke jalur sebenarnya," tukasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini