nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Minta Imigrasi Tunda Pemeriksaan Andi Sofyar hingga Bersaksi di Sidang

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 17:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 09 337 1975669 kpk-minta-imigrasi-tunda-pemeriksaan-andi-sofyar-hingga-bersaksi-di-sidang-PsVtq47MPK.jpg Jubir KPK Febri Diansyah (Foto: Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Ditjen Imigrasi ‎Kemenkumham menunda pemeriksaan internal terhadap Andi Sofyar, pegawainya yang diduga terlibat dalam pelarian tersangka Eddy Sindoro.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan penundaan dilakukan hingga Andi Sofyar selesai bersaksi di persidangan untuk terdakwa Lucas.

"Terkait dengan rencana pemeriksaan internal di Imigrasi, kami minta agar pemeriksaan saksi-saksi dilakukan setelah para saksi tersebut memberikan ‎keterangan di pengadilan," kata Febri melalui pesan singkatnya, Jumat (9/11/2018).

(Baca Juga: Bantu Pelarian Eddy Sindoro, Petugas Imigrasi Kembalikan Imbalan Rp30 Juta ke KPK)

Eddy Sindoro

Febri menjelaskan, alasannya meminta penundaan pemeriksaan internal pihak Imigrasi terhadap pegawainya, agar proses persidangan tidak terganggu dengan adanya pemeriksaan internal dari pihak Imigrasi.

‎"Kita perlu sama-sama menjaga agar proses hukum yang sedang‎ berjalan di Pengadilan Tipikor tidak terganggu," terangnya.

Nama Andi Sofyar sendiri sebelumnya sempat disebut di sidang dakwaan Lucas. Andi disebut menerima Rp30 juta dari Dwi Hendro Wibowo al‎ias Bowo untuk membantu melarikan Eddy Sindoro dari Indonesia ke Singapura.

Uang yang diterima Andi Sofyar sebesar Rp30 juta telah dikembalikannya pada saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi di KPK. Uang tersebut nantinya akan jadi bukti tambahan di persidangan untuk menguatkan dakwaan lucas.

Awalnya, Hendro Wibowo menerima uang sebesar SGD33 ribu dari orang suruhan Lucas, Dina Soraya karena telah membantu melancarkan rencananya melarikan Eddy Sindoro.‎ Hendro kemudian membagikan uang tersebut ke sejumlah pihak yang membantunya.

 KPK

Pih‎ak yang diduga turut menerima uang dari Hendro selain Andi Sofyar yakni, Duty Executive PT Indonesia Air Asia, Yulia Shintawati. Yulia disebut mendapat jatah Rp20 juta.‎ Kemudian, dua orang lainnya yakni, M Ridwan dan David Yoosua Rudingan yang masing-masing disebut menerima uang sebesar Rp500 ribu.

(Baca Juga: Bantu Pelarian Eddy Sindoro, Lucas Kucurkan 33 Ribu Dolar Singapura untuk Hendro Wibowo)

Uang tersebut diberikan Hendri kepada empat orang itu karena diduga telah turut andil membantu melarikan Eddy Sindoro ke luar negeri. Padahal, Eddy Sindoro saat itu telah berstatus tersangka dan sudah dicekal oleh KPK untuk berpergian ke luar negeri.

‎Dalam perkara ini, Advokat Lucas didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu mengupayakan agar Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan Lucas untuk menghindari tindakan hukum KPK terhadap Eddy Sindoro.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini