nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Fakta Penyerangan Polsek Penjaringan, Nomor 3 Terungkap Motif sang Pelaku

Gimas Siskamayanti, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 15:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 09 338 1975592 4-fakta-penyerangan-polsek-penjaringan-nomor-3-terungkap-motif-sang-pelaku-EXFPLDay3b.jpg Rohandi, Pelaku Penyarangan Polsek Penjaringan saat Jalani Pemeriksaan (foto: Ist)

JAKARTA – Seorang pria bernama Rohandi (31) melakukan penyerangan di Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (9/11/2018) dini hari, sekira pukul 01.35 WIB. Paluku melakukan penyerangan menggunakan golok dan pisau.

Akibat penyerangan tersebut, seorang anggota kepolisian AKP MA Irawan mengalami luka ringan di bagian tangan kanan. Hal akibat sabetan golok yang dibawa pelaku.

 

Pelaku juga sempat memecahkan kaca di Mapolsek Metro Penjaringan. Sampai akhirnya, polisi terpaksa menembakkan timah panas ke bagian tangan pelaku lantaran perbuatannya mengancam keselamatan anggota kepolisian lainnya.

Berikut beberapa fakta penyerangan Polsek Penjaringan yang berhasil dirangkum Okezone:

1. Penyerangan di Polsek Penjaringan Lukai Seorang Polisi

Penyerangan tersebut menyebabkan seorang anggota polisi yang merupakan Kepala SPK Polsek Penjaringa atas nama AKP MA Irawan, mengalami luka ringan di tangan kanan. Korban yang sedang melakukan tugas piket, langsung diserang pelaku menggunakan sebilah golok dan pisau.

(Baca Juga: Penyerang Polsek Penjaringan Sempat Diperiksa Densus 88) 

Saat itu, korban sempat menghindar dan meminta bantuan rekannya yang sedang berjaga. Namun, pelaku Rohandi masih terus mengejar korban. Rekan korban pun mengambil tindakan tegas dengan menembakan peluru ke arah lengan korban.

Hingga akhirnya, golok yang dipegang pelaku terlepas dan akhirnya berhasil diamankan petugas Polsek Penjaringan.

2. Gunakan Golok dan Pisau Babi

Rohandi menggunakan golok dan pisau babi saat melakukan penyerangan brutal ke Polsek Penjaringan, Jakarta Utara. Akibat serangannya AKP MA Irawan alami luka ringan di tangan kanan, karena terkena sebetan golok pelaku.

3. Pelaku Mengalami Depresi Berat

Belakangan diketahui motif pelaku melakukan penyerangan di Polsek Penjaringan karena mengalami depresi berat akibat penyakit getah bening dan sudah lebih dari 3 tahun menjadi pengangguran.

Polsek Metro Penjaringan diserang (Ist)	Polsek Metro Penjaringan Diserang Pria Bergolok (Foto: Ist) 

Rohandi menderita penyakit getah bening selama dua tahun dan sudah dioperasi sebanyak dua kali. Namun, tak kunjung sembuh sehingga menyebabkan dirinya mengalami depresi berat.

Dia pun memutuskan untuk melakukan penyerangan ke kantor polisi karena ingin ditembak mati oleh polisi.

4. Sempat Diduga sebagai Teroris

Rohandi sempat diduga sebagai teroris usai melakukan penyerangan di Polsek Penjaringan. Sebab, dia meneriakan takbir atau Allahu Akbar sebelum melakukan penyerangan terhadap personel polisi.

(Baca Juga: Polisi Tetapkan Penyerang Mapolsek Penjaringan Sebagai Tersangka)

Namun, Kapolsek Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar memastikan, Rohandi tidak terlibat dalam kelompok teroris atau radikalisme.

"Tidak ada, dia tidak tergabung dengan kelompok apapun (terorisme)," kata Rachmat saat dihubungi di Jakarta.

Menurut Rachmat, pelaku mengalami depresi lantaran penyakit yang dideritanya selama ini tidak kunjung sembuh. Sehingga, kata dia, motifnya ingin mengakhiri nyawanya dengan melakukan penyerangan kepada polisi, bukan aksi terorisme.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini