nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Pemuda Terancam 5 Tahun Bui Gara-Gara Transaksi Sabu

Antara, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 01:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 09 340 1975316 2-pemuda-terancam-5-tahun-bui-gara-gara-transaksi-sabu-qYfcIaUA6A.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

PEKANBARU - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bernhard Siahaan menuntut Deni Insan Suryana dan Hendra dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar karena terbukti memiliki, memakai dan mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,43 gram.

"Tuntutan diajukan karena terdakwa melanggar Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," kata JPU, Bernhard Siahaan di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis 8 November 2018 kemarin.

Menurut Bernhard, Deni dan Hendra sudah memberikan keterangan dalam sidang pada 26 Oktober 2018, dalam keterangannya terdakwa mengakui bahwa mereka memang memakai dan melakukan transaksi narkotika jenis sabu-sabu.

Sabu-sabu yang ditemukan polisi di rumah Deni diakui Deni memang miliknya yang ia beli dari Hendra seharga Rp1 juta. Transaksi tersebut merupakan yang kelima kali dilakukannya, juga transaksinya dengan jumlah yang paling besar dari sebelumnya.

"Dalam transaksi sebelumnya terdakwa Deni hanya membeli seharga Rp250-500 ribu, namun karena terlalu berisiko apabila sering melakukan transaksi akhirnya ia memutuskan untuk membeli sekaligus dalam jumlah banyak," katanya.

Sebelumnya, rumah Deni yang berada di Jalan Arengka Ujung telah digeledah oleh kepolisian pada 9 Agustus 2018 dan ditemukan 2 paket sabu-sabu seberat 0,43 gram beserta alat hisapnya. Penggeledahan tersebut kemudian dilanjutkan ke rumah Hendra di Jalan Rambutan, Hendra ditemukan bersama barang bukti sabu seberat 0,46 gram yang ia dapatkan dari Nanda yang tidak tertangkap dan kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh kepolisian.

"Hendra memesan kepada Nanda sesuai permintaan Deni sekaligus membeli untuk ia konsumsi sendiri," kata JPU.

Dalam sidang dengan agenda tuntutan dari JPU tersebut, Deni dan Hendra yang didampingi oleh penasihat hukumnya mengajukan pledoi untuk menanggapi selengkap-lengkapnya dasar dan alasan yang dikemukakan JPU dalam tuntutannya. Sidang akan dilanjutkan pada 15 November 2018 mendatang untuk mendengarkan pembelaan dari penasihat hukum.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini