nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banjir dan Longsor Landa Beberapa Wilayah Sumbar, Dua Orang Tewas

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 18:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 09 340 1975709 banjir-dan-longsor-landa-beberapa-wilayah-sumbar-dua-orang-tewas-QjfSTjt4M5.jpg Foto: BNPB

JAKARTA - Hujan deras yang terus terjadi di sebagian wilayah Indonesia mulai menelan korban. Di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Lampung terjadi banjir dan longsor di beberapa titik

"Meski belum semua wilayah Indonesia memasuki musim hujan, namun Sumatera dan Jawa bagian barat telah terjadi peningkatan hujan selama satu minggu terakhir," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (9/11/2018).

Sutopo melanjutkan, longsor kembali terjadi di Kota Pariaman, tepatnya di Desa Sintuak Nareh Kecamatan Pariaman Utara, Sumatera Barat pada Jumat 9/11/2018 pukul 05.53 WIB. Longsoran lereng bukit menerjang rumah di bawahnya.

"Akibatnya satu orang meninggal dunia atas nama Sawitri (23) dan 2 orang luka-luka atas nama Sri Wahyuni (16) dan Sharial (52). Korban adalah satu keluarga. Korban meninggal dunia telah dimakamkan sedangkan korban luka di rawat di rumah sakit terdekat," papar Sutopo.

Sutopo melanjutkan, kerusakan fisik juga terjadi yang menyebabkan satu rumah rusak berat. BPBD Kota Pariaman bersama TNI/Polri dan SAR telah melakukan pendataan dan evakuasi korban. Aparat dan warga setempat melakukan gotong-royong membersihkan material longsor. Diketahui, Wali Kota Pariaman telah memberikan santunan sebesar Rp. 20 juta kepada keluarga korban.

Sementara itu, banjir yang Desa Sungai Pandahan Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, Sumatera Utara pada 7 November pukul 12.00 WIB menyebabkan satu orang hanyut. Hingga saat ini korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban.

Di Pasaman Barat, banjir dan longsor melanda Desa Parik Kecamatan Koto Balingka, Sumatera Barat pada 7 November pukul 20.00 WIB menyebabkan 1 orang meninggal dunia atas nama Ahmad (10), 100 KK mengungsi ke jorong terdekat, 2 rumah hanyut, 1 musala rusak dan 2 jembatan gantung rusak berat.

Penanganan darurat, lanjut Sutopo, dilakukan dengan melakukan evakuasi, membagikan bantuan, mendirikan dapur umum dan pos darurat.

Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung. Intensitas hujan akan terus meningkat sehingga potensi bencana juga meningkat.

"Lakukan upaya antisipasi dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya. Jangan melakukan aktivitas saat cuaca mendung atau hujan. Cermati tanda-tanda potensi longsor di sekitar lereng perbukitan. Beberapa tanda potensi longsor adalah munculnya retakan, munculnya rembesan atau mataair, pohon miring dan lainnya," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini