nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Ingin 'Sekolahkan' Sertifikat Tanah, Ini Pesan Presiden Jokowi

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 21:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 09 512 1975746 warga-ingin-sekolahkan-sertifikat-tanah-ini-pesan-presiden-jokowi-DorqCpR1pR.jpeg Joko Widodo saat berada di Tegal (Foto: Taufik Budi/Okezone)

TEGAL - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pesan-pesan khusus kepada 3.000 warga penerima sertifikat tanah di Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Tak jarang, sertikat yang masih baru tersebut menjadi senjata ampuh untuk mengajukan pinjaman ke bank.

“Biasanya kalau sudah pegang sertifikat, inginnya disekolahkan (digunakan untuk agunan pinjaman). Nggih mboten (benar tidak). Enggak apa-apa dipakai untuk jaminan ke bank. Enggak apa-apa dipakai untuk agunan ke bank,” kata Presiden Jokowi di sela pembagian sertifikat tanah di GOR Tri Sanja, Slawi Kabupaten Tegal, Jumat (9/11/2018).

Meski demikian, sebelum mengajukan pinjaman ke bank mesti dipastikan peruntukan uang hingga kemampuan membayar. Idealnya uang pinjaman digunakan sebagai modal usaha agar bisa berkembang, dan bukan untuk keperluan konsumtif.

“Saya pesen, sebelum pinjam ke bank itu dihitung dulu, dikalkulasi dulu. Bisa mencicil enggak, dicek, dihitung kalau kira-kira tidak bisa mengangsur tidak? Enggak apa-apa untuk memperbesar usaha,” lugasnya.

“Masukkan ini (sertifikat) ke bank dapat Rp30 juta bawa pulang bawa, Rp15 juta untuk beli sepeda motor. Hati-hati jangan sampai seperti itu. Nanti naik sepeda motor muter-muter kampung gagah. Namun itu hanya enam bulan, karena setelah enam bulan tidak bisa mencicil ke dealer, tidak bisa nyicil ke bank, sertifikatnya hilang, sepeda motornya ditarik dealer. Baru bingung,” beber dia sembari memberi contoh.

“Pinjam ke bank dapat Rp30 juta gunakan semuanya untuk modal kerja. Gunakan semuanya untuk modal usaha, gunakan semuanya untuk modal investasi. Kalau ada untung Rp1 juta, tabung. Untung Rp2 juta, tabung. Untung Rp500 ribu, tabung. Kalau sudah ngumpul silakan mau beli rumah baru, mau beli sepeda motor silakan, mau beli mobil silakan. Tapi jangan dari uang pokok pinjamannya. Hati-hati, saya titip itu saja,” katanya mewanti-wanti.

Dalam kesempatan itu sebanyak 3.000 sertifikat tanah dibagikan kepada warga Kabupaten Tegal. Tahun ini ditargetkan terdapat 45.000 sertifikat yang dibagikan. Sedangkan tahun depan targetnya mencapai 60.000 sertifikat.

“Kalau sudah dapat sertifikat tolong diberi plastik seperti ini supaya kalau gentengnya bocor kehujanan enggak rusak. Yang kedua difotokopi biar kalau yang asli mungkin hilang, masih punya fotokopinya bisa ngurus ke kantor BPN. Sertifikat di Tegal ini dan akan kita rampungkan sesuai dengan yang disampaikan Pak Menteri BPN pada 2023,” pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini