Jokowi Imbau Pilpres Tak Belah Ukhuwah Islamiyah

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 17:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 09 605 1975674 jokowi-imbau-pilpres-tak-belah-ukhuwah-islamiyah-l6dTelUqAb.jpg Presiden Joko Widodo di acara serah sertifikat tanah di Kab Tegal, Jateng. Foto/Okezone

TEGAL Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk selalu menjaga kerukunan dan persatuan meski beda pilihan pada perhelatan Pemilu 2019. Sebab, setiap menjelang pesta demokrasi kerap terjadi upaya memecah belah hingga menimbulkan riak-riak perpecahan.

“Kita harus menjaga Ukhuwah islamiyah, kita kita harus menjaga Ukhuwah Wathoniyah. Kita ini semuanya adalah saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Jangan sampai tidak rukun, tidak bersatu, menjadi pecah gara-gara pilihan presiden,” kata Presiden Jokowi di sela pembagian sertifikat tanah di GOR Tri Sanja, Slawi Kabupaten Tegal, Jumat (9/11/2018).

Foto/Okezone 

Jokowi pun menyampaikan Indonesia merupakan anugerah dari Allah SWT, sebagai bangsa besar dengan penduduk mencapai 263 juta orang. Potensi lain adalah luasnya wilayah hingga kekayaan alam serta beragam suku yang tersebar di Tanah Air.

Baca: Jokowi Sindir Politikus Genderuwo yang Suka Menakut-nakuti Masyarakat

Baca: TKN Jokowi-Ma'ruf Yakin Masuknya Yusril Bukan Jebakan "Batman"

“Saya ingin mengingatkan pada kita semuanya, Bangsa Indonesia ini bangsa yang besar, penduduk kita sekarang udah 263 juta orang. Kita dianugerahi Allah SWT perbedaan-perbedaan, beda suku, beda agama, beda tradisi. Kita memiliki 714 suku, dengan ada 1.100 lebih bahasa daerah. Modal terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, kerukunan,” terangnya.

Untuk itu seluruh masyarakat tak perlu terpancing dengan provokasi dari pihak-pihak tak bertanggung jawab yang ingin merusak kesatuan bangsa. Pemilu sebagai momentum untuk memilih wakil rakyat atau kepala daerah hingga kepala Negara, mestinya menjadi peristiwa menggembirakan.

“Oleh karena itu saya titip, karena pilihan Bupati, pilihan Gubernur, pilihan Presiden ada yang tidak saling sapa dengan tetangga, ada yang tidak saling sapa antarkampung. Rugi besar kita, karena setiap lima tahun ini ada pilihan bupati, Wali Kota, Gubernur, dan Presiden. Jangan sampai seperti itu,” tandasnya bersemangat.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini