nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

12 Mahasiswa Luncurkan 2 Mobil Hemat Energi, Bisa Melesat 60 Km/Jam

Andrea Heschaida Nugroho, Jurnalis · Sabtu 10 November 2018 13:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 10 65 1975960 12-mahasiswa-luncurkan-2-mobil-hemat-energi-bisa-melesat-60-km-jam-4Bs5LiQCFk.jpg Foto: Mobil Hemat Energi (Andrea/Okezone)

JAKARTA - Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana yaitu teknik mesin meluncurkan 2 mobil hemat energi aerodinamis dan hybrid yaitu Pro Seo Evo II dan Turangga Wasisto oleh Tim Geni Biru yang beranggotakan 12 orang mahasiswa teknik mesin di Universitas Mercu Buana.

Pro Seo Evo II merupakan mobil hemat energi aerodinamis beroda tiga dan menggunakan sistem mesin dengan bahan bakar bensin (Pertamax 92). Pro Seo Evo dapat meluncur dengan kecepatan 40 km/jam.

Sedangkan Turangga Wasito dengan konsep hemat energi aerodinamis Urban Hybrid beroda 4 dengan desain city car dengan bahan bakar bensin dan listrik untuk penggunaan yang lebih irit dengan kecepatan 60 km/jam dengan jarak estimasi 745 km.

 

Salah satu mahasiswa teknik mesin dari tim Geni Biru Kuswandi, mengungkapkan bahwa timnya sudah mempersiapkan mobil ini sejak Maret 2018.

“Kita merencanakan dari bulan Maret. Kita sudah merencanakan bagaimana konsepnya, bagaimana ke depannya, sistemnya seperti apa, kinerjanya seperti apa, dan hasilnya seperti apa,” ungkapnya, Sabtu (10/11/2018).

Baca Juga:

Kampus Ini Miliki Gedung Multimedia Baru, Intip Kemegahannya

Menristekdikti Bangga Mobil Hemat Energi Buatan Mahasiswa ITS Juara di London

Alasan Kuswandi dan timnya memilih teknologi hybrid dan aerodinamis adalah untuk menghemat energi yang digunakan.

“Teknologi ini tuh sangat, sangat krusial. Apalagi ini kan dunia lagi menghadapi krisis energi. Jadi bagaimana caranya kita di dunia automotif bisa menghemat suatu energi yang digunakan untuk masyarakat,” jelasnya.

 

Kuswandi berharap untuk mengembangkan teknologi dan memproduksi sektor industri yang dapat digunakan oleh masyarakat luas.

“Impian ke depannya pengembangan teknologi ini bukan hanya dari setiap kampus aja, lebih baik kita memproduksi suatu sektor industri untuk bisa digunakan oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini