nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siswa SMA Presiden Unjuk Kreativitas dalam Pentas Seni Tahunan

Wijayakusuma, Jurnalis · Sabtu 10 November 2018 18:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 10 65 1976041 siswa-sma-presiden-unjuk-kreativitas-dalam-pentas-seni-tahunan-AgJuGVELXw.jpg Foto: Pensi di SMA Presiden (Wijaya/Okezone)

BEKASI - SMA Presiden (boarding school) di Jababeka Education Park, Jalan Ki Hajar Dewantara, Kota Jababeka, Cikarang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menggelar kegiatan pentas seni (pensi) tahunan. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali kreativitas dan bakat seni yang ada pada diri siswa.

Ada beragam penampilan yang disajikan, mulai dari menyanyi, dance, pertunjukkan angklung sampai orchestra. Sejumlah artis papan atas Tanah Air, seperti The Changcuters dan Yura Yunita, juga turut memeriahkan kegiatan tersebut. Pensi yang bertajuk "Prexordinary" ini merupakan kali ketiga yang diselenggarakan pihak sekolah.

"Ini pensi tahun ketiga. Ada ribuan siswa yang hadir di sini. Tujuannya kita mau menunjukkan bakat musik dan seni, seperti dance, nyanyi dan kreasi lain," kata ketua panitia Natanael Ramoti di lokasi, Sabtu (10/11/2018).

 

Selain penampilan dari peserta SMA Presiden sendiri, ada pula beberapa penampilan dari peserta lain di luar sekolah yang ikut menyumbang kemeriahan pensi tahunan tersebut.

"Iya, jadi yang tampil bukan hanya kita sendiri, ada dari Presiden Universitas, BPK Penabur dan beberapa lagi. Mereka semua ikut pentas. Sebenarnya pensi ini puncaknya. Sebelumnya sudah ada seminar dan lomba-lomba olahraga," akunya.

Baca Juga: GTV Siap Ramaikan Puncak Acara Pensi Fair 2018

Natanael menyebutkan, membutuhkan waktu sekitar satu bulan bagi panitia mempersiapkan pensi yang terbuka untuk umum ini. Mulai dari konsep acara hingga penggalangan dana, semua dibahas secara detail dan matang.

"Untuk dana kita ada dari sekolah dan sponsor sih yang lebih banyak," ujar lelaki yang sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua OSIS itu.

 

Natanael berharap, kegiatan pensi SMA Presiden dapat semakin maju dan bertambah kreatif ke depannya, tentunya dengan memunculkan nuansa-nuansa baru yang lebih fresh.

"Semoga acara tahunan ini semakin ramai, lebih besar lagi dan tentunya semakin baik lagi di setiap tahunnya," imbuhnya.

Baca Juga: Dear Milenials, Ini 3 Trik Bikin Vlog yang Menarik

Sementara, Kepala Sekolah SMA Presiden, Asep Sukendar mengatakan, kegiatan pensi tahunan merupakan gagasan para siswa yang didukung penuh oleh pihak sekolah. Terlebih kegiatan ini memiliki visi misi yang sejalan dengan sekolah.

"Tujuan dari sekolah ini memang fokus di kepribadian dan kreativitas siswa. Dan pensi ini kebetulan keinginan mereka sendiri. Kami pihak sekolah tidak pernah meminta supaya seperti apa. Begitu mereka punya ide, kalau menurut kami bagus, ya lanjutkan. Sehingga mereka berimprovisasi dengan apa yang mereka inginkan," katanya.

 

Asep menjelaskan, selama ini ia memberikan dispensasi kepada para siswanya untuk berkreasi dan mengembangkan bakat masing-masing. Meski demikian, pihak sekolah tetap akan memberikan bimbingan dan arahan, bilamana kreasi tersebut diluar daripada misi sekolah.

"Kami tetap berikan kebebasan selama yang dilakukan itu masih sejalan dengan nilai-nilai kebaikan, masih on the track. Kalau tidak sesuai, kita akan cegah. Mulai dari perencanaan awal, saya selalu lihat. Tetap ada pembimbingan, apalagi ini melibatkan orang dari luar, ada sponsor, teman-teman dari sekolah lain," ungkap Asep.

"Peserta yang ikut pensi ini kan juga ada dari kalangan luar. Biasanya kalau boarding itu kan eksklusif. Nah, kalau di sini dibuat seperti eksklusif, padahal tidak. Kami pun tidak ingin ada labeling seperti itu, sehingga kita terbuka, kegiatan-kegiatan kemasyarakatan kita optimalkan," paparnya.

Menurutnya, pengembangan potensi siswa dalam hal budaya dan kreativitas, sangat penting untuk didukung oleh pihak sekolah. Hal inilah yang sejak awal ditanamkan di SMA Presiden, bahwa siswa yang memiliki kompetensi di bidang budaya dan kesenian, tak kalah hebat dengan siswa yang memiliki kompetensi di bidang akademik.

"Filosofi yang kami buat, sebuah prestasi di sekolah itu tidak harus selalu akademik. Ada prestasi lain yang kadang-kadang dinomorduakan, seperti budaya. Orang pintar menyanyi, tapi karena kalah mentereng dengan olimpiade sains, akhirnya anak itu tidak bisa optimal. Padahal kompetensinya di bidang budaya bagus," ujarnya.

"Nah, bagi kami tidak seperti itu. Jadi bagi anak-anak yang punya kemampuan di bidang apapun, kita optimalkan. Kalau perlu menjadi nilai tambah untuk sekolah ini untuk bisa terangkat, termasuk di bidang kesenian," katanya.

Asep menambahkan, dengan adanya kegiatan pensi ini, diharapkan dapat menjadi wadah kreativitas para siswa dalam mengembangkan potensi diri di bidang kesenian dan budaya.

"Harapannya kita bisa menjadikan ini sebagai sebuah wadah kreativitas termasuk mungkin prestasi. Syukur-syukur bisa prestisius, karena tidak hanya menampilkan unsur budaya, tapi di dalamnya juga ada unsur edukasi, akademi dan unsur sosial," pungkasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini