nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Mabuk Air Rebusan Pembalut, KPAI: Peran Keluarga Harus Maksimal

Bayu Septianto, Jurnalis · Minggu 11 November 2018 07:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 11 337 1976158 anak-mabuk-air-rebusan-pembalut-kpai-peran-keluarga-harus-maksimal-HMkPhOyhjH.JPG Pembalut (Foto: Mothermoonpands)

JAKARTA - Fenomena remaja mabuk karena meminum air rebusan pembalut membuat prihatin Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI menilai minimnya peran keluarga memunculkan terjadinya kenakalan remaja-remaja tersebut.

Komisioner KPAI Jasra Putra mengatakan peran keluarga dalam hal ini orangtua harus maksimal dalam mengawasi segala kegiatan anak-anaknya.

"Problem kehadiran dan pengawasan keluarga diminta bisa maksimal. Sehingga anak memiliki panutan dan kehangatan dengan kehadiran keluarga," jelas Jasra kepada Okezone, Minggu (11/11/2018).

Jasra menambahkan tak hanya orangtua, pengawasan terhadap anak juga bisa dilakukan oleh orang-rorang di lingkungan sekitar. Ia mencontohkan peran guru dalam dunia pendidikan juga bisa menjadi pengawas kegiatan anak-anak agar tak salah dalam pergaulan.

"Mereka melakukan hal tersebut karena ingin coba-coba dan terinspirasi dari informasi temanya yang juga menyesatkan," ucapnya.

KPAI

Baca Juga: BNN: Minum Air Rebusan Pembalut Bisa Sebabkan Kematian

Sementara itu, komisioner KPAI lainnya, Sitti Hikmawatty mengatakan kasus remaja meminum rebusan pembalut bukanlah kasus baru. KPAI mencatat kasus ini sudah terjadi pada 2017 lalu dengan jumlah yang relatif masih kecil.

"Pada saat kami tangani kasus penyalah gunaan PCC , 2017 lalu juga sudah kita temui, namun jumlahnya relatif kecil," jelas Sitti.

Menurut Sitti kegiatan remaja yang mencari alternatif zat yang dapat membuat mereka mabuk, tenang ataupun gembira, awalnya didapatkan secara coba-coba atau eksperimen.

"Jadi kalau kita mengenal beberapa golongan psikotropika diluar Narkoba, maka beberapa zat "temuan" para remaja ini termasuk kelompok eksperimen psikotropika," kata Sitti.

"Minum air rebusan pembalut juga di dapat dari coba-coba, selain fenomena lain seperti ngelem, dan lain-lain, imbuh Sitti.

Pembalut

Baca Juga: Minum Air Rebusan Pembalut Berawal dari Coba-Coba demi Rasakan Sensasi Fly

Sebelumnya Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan praktik meminum air rebusan pembalut sudah ada sejak dua tahun silam, Namun, mereka baru menangkap tangan para pelaku belakangan ini. Kasus remaja mabuk rebusan pembalut terjadi di beberapa wilayah Tanah Air, yakni di Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Perilaku ini dianggap para remaja nakal ini sebagai alternatif untuk 'nge-fly'.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini