nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fenomena Remaja Mabuk Rebusan Pembalut, Rescue Perindo: Kurang Perhatian Keluarga

Bayu Septianto, Jurnalis · Minggu 11 November 2018 06:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 11 337 1976163 fenomena-remaja-mabuk-rebusan-pembalut-rescue-perindo-kurang-perhatian-keluarga-xuKNoAjUfM.jpg Pembalut (Foto: Ist)

JAKARTA - Ketua Umum Rescue Perindo, Adin Denny menilai fenomena kenakalan remaja yang meminum air rebusan pembalut akibat kurangnya perhatian dari orangtua dan keluarga. Ia pun tak heran fenomena ini banyak menimpa anak-anak jalanan.

"Sebagian besar ini dilakukan oleh anak-anak jalanan, yang memang kurang perhatian dari orangtua dan keluarga," ujar Adin kepada Okezone, Minggu (11/11/2018).

Adin berharap peran orangtua dalam mengawasi anak-anaknya saat bergaul lebih ditingkatkan kembali. Ia juga meminta pemerintah serius menangani masalah-masalah sosial seperti ini.

"Harus menjadi atensi yang lebih agar masalah serupa tak terulang kembali ke depannya," jelas Adin.

Baca Juga: Minum Air Rebusan Pembalut Berawal dari Coba-Coba demi Rasakan Sensasi Fly

Pembalut

Sebelumnya Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan praktik meminum air rebusan pembalut sudah ada sejak dua tahun silam, Namun, mereka baru menangkap tangan para pelaku belakangan ini. Kasus remaja mabuk rebusan pembalut terjadi di beberapa wilayah tanah air, yakni di Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Perilaku ini dianggap para remaja nakal ini sebagai alternatif untuk 'nge-fly'.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat kasus remaja meminum rebusan pembalut bukanlah kasus baru. KPAI mencatat kasus ini sudah terjadi pada 2017 lalu dengan jumlah yang relatif masih kecil.

"Pada saat kami tangani kasus penyalah gunaan PCC , 2017 lalu juga sudah kita temui, namun jumlahnya relatif kecil," jelas Komisioner KPAI Sitti Hikmawaty.

Baca Juga: KPAI: Faktor Ekonomi Penyebab Remaja Minum Air Rebusan Pembalut

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini