nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UNS Jadi Tuan Rumah Diaspora Jawa Dunia

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 11 November 2018 10:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 11 65 1976188 uns-jadi-tuan-rumah-diaspora-jawa-dunia-I5bOR7Gf1M.png Universitas Sebelas Maret Jadi Tuan Rumah Diaspora Jawa Dunia (Foto: UNS)

JAKARTA – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan menjadi tuan rumah pertemuan Ngumpulke Balung Pisah Javanese Diaspora Event ke-4. Pertemuan Diaspora Jawa dunia ini akan digelar pada 20 hingga 23 Juni 2019 mendatang.

Kepastian tersebut didapatkan setelah Rektor UNS Prof Ravik Karsidi bersama rombongan berkunjung ke Belanda. Kehadirannya ke Belanda dalam rangka memenuhi undangan Stichting Comite Herdenking Javaanse Immigratie (STICHJI) untuk menghadiri pertemuan dengan Diaspora masyarakat Jawa dunia di Gedung Bangsa Jawa, Amsterdam, Belanda.

Rektor UNS Prof Ravik Karsidi STICHJI ini merupakan organisasi Diaspora masyarakat Jawa di Belanda yang dipimpin oleh Harriet Mingoen. Saat ini ada lebih 25.000 orang keturunan Jawa yang tersebar di Belanda, Suriname, Singapura, Malaysia, Madagascar dan New Caledonia.

“Pertemuan Ngumpulke Balung Pisah ini sebelumnya telah dilakukan tiga kali, yang pertama pada tahun 2014, 2015, dan 2017 di Yogyakarta yang diprakarsai oleh Javanese Diaspora Association yang dipimpin oleh Indrata Kusuma Prijadi. Pertemuan yang akan datang dilangsungkan di UNS pada tahun 2019,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang dikutip dari website UNS, Minggu (11/11/2018).

Pada pertemuan yang dihadiri kurang lebih 90 orang keturunan Jawa yang merupakan perwakilan Jawa dari Belanda, Suriname, New Caledonia, Madagaskar, Malaysia dan Singapura tersebut, UNS menandatangani komitmen bersama dengan STICHJI dan Javanese Diaspora Association yang berisi kesepakatan untuk mengembangkan pengetahuan tentang sejarah migrasi Diaspora Jawa, warisan budaya Jawa dan nilai-nilai kearifan lokal Jawa melalui kegiatan penelitian, akademis dan sosial.

“Salah satu perhatian yang muncul dalam diskusi adalah generasi muda keturunan Jawa di Belanda dan Suriname kian meninggalkan kebudayaan Jawa dan mulai sedikit yang masih mampu berbahasa Jawa,” kata Ravik.

Ravik menambahkan, UNS akan mendukung usaha-usaha pelestarian budaya Jawa di kalangan masyarakat Diaspora Jawa termasuk isu-isu bahasa dan pemahaman nilai tradisi.

Ravik juga menyampaikan harapannya pada forum tersebut bahwa ke depan kebudayaan Jawa dapat memberikan kontribusi pada pengembangan peradaban dunia dan bahkan menjadi pusat peradaban dunia dengan Solo sebagai pusatnya. Hal ini menambah deret panjang langkah nyata UNS dalam fokusnya mengembangkan kebudayaan Jawa.

“UNS siap dadi omahe sedulur Jawa kabeh sak donya, mangga dha mulih nang Solo, tilik omah lan sedulur nang tanah Jawa (UNS siap menjadi rumah bagi saudara-saudara Jawa sedunia, kami persilahkan untuk pulang ke Solo, menengok rumah dan saudara di tanah Jawa-red),” jelasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini