Buru Komandan Hamas, Operasi Israel di Gaza Tewaskan Tujuh Orang

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 12 November 2018 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 12 18 1976524 buru-komandan-hamas-operasi-israel-di-gaza-tewaskan-tujuh-orang-1vjhJr9DiI.jpg Foto: AFP.

GAZA – Serangan udara dan operasi militer Israel menewaskan tujuh warga Palestina, termasuk seorang komandan Hamas di Jalur Gaza.

Kekerasan yang juga menewaskan seorang tentara Israel itu memicu reaksi dari Hamas yang menembakkan roket ke wilayah Israel. Militer Israel mengatakan, sistem pertahanannya telah mencegat dua rudal yang diluncurkan.

BACA JUGA: Dihujani 150 Roket Hamas, Israel Lancarkan Serangan ke Gaza

Insiden tersebut membuat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mempersingkat kunjungan ke Paris, di mana dia berkumpul dengan para pemimpin dunia untuk peringatan berakhirnya Perang Dunia I.

Berdasarkan keterangan Hamas yang dilansir Reuters, Senin (12/11/2018), kejadian itu bermula saat sebuah militan mereka mendapat serangan dari orang-orang bersenjata yang melintas dengan sebuah mobil, menewaskan seorang komandan mereka. Militan Hamas kemudian melakukan pengejaran terhadap mobil yang melesat kembali ke perbatasan Israel itu.

Saksi mata mengatakan, saat pengejaran berlangsung, pesawat Israel menembakkan lebih dari 40 rudal ke area tersebut.

Pejabat medis dan Hamas mengatakan sedikitnya tujuh orang tewas, empat di antaranya militan, termasuk Komandan Hamas, Nour Baraka. Tidak jelas apakah korban jiwa lainnya termasuk anggota kelompok bersenjata.

BACA JUGA: Putra Komandan Senior Hamas Tewas dalam Serangan Pasukan Israel

Sementara itu Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa pasukan khususnya telah melakukan operasi di Gaza saat baku tembak terjadi. Dalam kejadian itu, seorang tentara tewas dan seorang lainnya mengalami luka-luka.

Kebijakan Israel yang kembali menargetkan komandan Hamas diprediksi dapat meningkatkan ketegangan di sepanjang perbatasan Israel-Gaza. Situasi di wilayah itu telah memanas sejak demonstrasi besar-besaran Palestina yang dimulai sejak akhir Maret.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini