nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPBD DIY Minta Masyarakat Waspadai Longsor Selama Musim Hujan

Antara, Jurnalis · Senin 12 November 2018 11:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 12 510 1976555 bpbd-diy-minta-masyarakat-waspadai-longsor-selama-musim-hujan-icEV7G0VHT.jpg Ilustrasi Longsor (foto: Okezone)

YOGYAKARTA - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta, Biwara Yuswanta mengimbau, masyarakat mewaspadai bencana tanah longsor memasuki musim hujan.

"Pada daerah aliran sungai dan kawasan rawan longsor untuk meningkatkan pemantauan kondisi lapangan," kata Biwara di Yogyakarta, Senin (12/11/2018).

(Baca Juga: Asik Ngopi saat Hujan, 4 Pembeli dan 1 Pedagang Nyaris Tewas Terbawa Longsor di Depok) 

Menurut Biwara, seluruh komponen penanggulangan bencana BPBD se-DIY telah diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan memasuki datangnya musim hujan.

"Apalagi intensitas curah hujan cukup tinggi yatu hujan lebat disertai angin. Kami juga terus memantau kondisi cuaca," kata dia.

Ilustrasi Longsor 

Untuk mengurangi risiko bencana, menurut dia, tim reaksi cepat (TRC) BPBD DIY juga telah disiagakan di sejumlah titik rawan longsor seperti di Srunen, kawasan lereng Gunung Merapi; Samigaluh di Kulon Progo; serta beberapa kawasan perbukitan di Gunung Kidul.

Guna mendukung mitigasi bencana longsor, BPBD DIY tahun ini memasang Early Warning System (EWS) di tiga titik yakni di Desa Srimartani, Piyungan, Bantul; Desa Selomartani, Sleman; dan Desa Wonolelo, Pleret, Bantul.

Anggota TRC BPBD DIY Juni Putra Nugraha mengatakan jika dibandingkan tahun sebelumnya, titik rawan bencana longsor belum banyak berubah yakni di Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Kokap, dan Nanggulan di Kabupaten Kulon Progo.

Selain itu titik rawan longsor ada di Kecamatan Gedangsari di Gunung Kidul, Kecamatan Imogiri di Kabupaten Bantul, dan Kecamatan Prambanan di Kabupaten Sleman.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyatakan fenomena Madden Julian Oscilation (MJO) atau aliran massa udara basah berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai 10-14 November.

(Baca Juga: Jalur Gentong Tasikmalaya Tertutup Longsor, Polisi Berlakukan Buka-Tutup Jalan) 

Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di DIY, yakni di Kacamatan Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Kokap, dan Nanggulan (Kulon Progo), Turi, Cangkringan, Pakem, Tempel, Ngagglik, Seyegan, Minggir (Sleman), Semin, Ngawen, Gedangsari, Patuk, Girisubo, Tepus, Tanjungsari, Saptosari, Panggang (Gunung Kidul), Kretek, Pundong, Imogiri, Dlingo (Bantul), dan Kota Yogyakarta.

"Masyarakat agar mewaspadai potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor," kata Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Agus Sudaryatno.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini