nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bikin Gebrakan, Wali Kota Malang Tantang Kepala OPD Lewat Lelang Kinerja

Risna Nur Rahayu, Jurnalis · Selasa 13 November 2018 10:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 13 519 1977050 bikin-gebrakan-wali-kota-malang-tantang-kepala-opd-lewat-lelang-kinerja-mXG4PNyfvm.jpg Lelang Kinerja OPD Pemkot Malang (Foto: Pemkot Malang)

MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji melakukan gebrakan. Baru dua bulan menjabat, dia memberikan tantangan ke Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lewat Lelang Kinerja Perangkat Daerah. Lelang ini bertujuan untuk mengukur target-target kinerja yang dibikin oleh setiap OPD.

Lelang Kinerja Perangkat Kepala Daerah berlangsung dua hari mulai 12 hingga 13 November di Ngalam Command Center. Dalam acara tersebut, tiap kepala daerah memaparkan program-programnya di hadapan Wali Kota Malang, Sekkota, dan tim penilai dari akademisi untuk diuji. Gelaran hari pertama diikuti Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Dinas Perdagangan Pemkot Malang.

"Ya memang kami tantang. Karena saya rancang lelang kinerja dan ini insya Allah yang pertama di Indonesia. Tak lain hal ini untuk mengukur secara tepat target kinerja yang dibuat perangkat daerah," tegas Pak Ji, -sapaan akrab Wali Kota Malang- di lokasi acara, Selasa (12/11/2018).

PEMKOT MALANG Wali Kota Malang Sutiaji memberikan tantangan kapada Kepala OPD lewat Lelang Kinerja yang di berlangsung di Ngalam Command Center (Foto: Humas Pemkot Malang)

Tantangan untuk para OPD bersifat absolut kuantitatif, yakni Kepala OPD harus menetukan titik nol dan titik akhir (target yang akan dicapai) programnya. Semuanya harus berbasis data agar pelaksanaan program tersebut terukur, apakah berhasil atau gagal.

Dia mencontohkan, OPD Dinas Kesehatan Pemkot Malang punya target menekan angka kematian ibu hamil. Maka OPD harus memiliki angka dasar yang dijadikan acuan pengukur dan data pendukung yang valid. Di antaranya, data jumlah ibu hamil di Kota Malang, data ibu yang sudah memasuki kehamilan 8 bulan, dan data pengelompokan status sosial ibu hamil, apakah tergolong prasejahtera atau rentan asupan gizi rendah.

"Baru dari sana, saya bersama tim akan menguji sekaligus menantang berapa jumlah yang ditarget untuk mengurangi angka kematian ibu hamil dan apakah harus dituntaskan 5 tahun," papar Sutiaji memberi gambaran maksud dari Lelang Kinerja.

Selanjutnya, kepala OPD diberikan penawaran target dari tim penilai, yang mencakup aspek waktu maupun agregat capaian. Kesediaan maupun ketidaksiapan Kepala Perangkat Daerah atas target yang dilelangkan akan dituangkan dalam dokumen pakta integritas kesanggupan.

“Kami coba terapkan pendekatan tematik, holistik dan integratif. Pembangunan itu harus fokus pada tema tertentu (tematik), melingkupi keseluruhan proses penyelesaian masalah (holistik) dan dikeroyok oleh banyak urusan dan perangkat daerah (integratif),” tegas Sutiaji.

“Waktu kita terbatas, anggaran kita terbatas, jadi semua harus clear terkait siapa? Melakukan apa? Ukuran kinerjanya apa? Targetnya berapa? Inilah pemerintahan yang efektif yang saya cita-citakan," imbuh Sutiaji.

PEMKOT MALANG 

Sutiaji menambahkan, ada reward untuk OPD yang berhasil mencapai target programnya. Namun bentuknya masih dirumuskan karena ada banyak hal yang menjadi pertimbangan, di antaranya inovasi dia dalam bekerja dan resiko yang mereka tanggung. Selain reward, punishmen juga ada bagi OPD yang gagal.

"Jika kita meminta orang bekerja dengan sangat serius, maka kita juga harus berfikir reward bagi prestasi mereka. Demikian juga punishmentnya tegas, kita merujuk kepada peraturan perundangan yang berlaku,”pungkasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini