nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Status Siaga 1 Bencana Banjir & Longsor di Jabar Berlaku hingga Mei 2019

CDB Yudistira, Jurnalis · Selasa 13 November 2018 17:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 13 525 1977295 status-siaga-1-bencana-banjir-longsor-di-jabar-berlaku-hingga-mei-2019-D6ELh8nhaE.jpg Ilustrasi

BANDUNG - Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah ditetapkan siaga 1 bencana sejak pertanggal 1 November 2018. Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, menetapkan Jabar, siaga banjir dan longsor. Penetapan ini berlaku hingga Mei 2019

Adapun penetapan ini berdasarkan pada prakiraan cuaca selama musim hujan yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jabar khusus untuk Jawa Barat.

"‎Dengan telah ditetapkan siaga satu ini, semua komponen dan stakeholder diharuskan meningkatkan kewaspadaan karena ada potensi bencana di Jabar selama musim hujan berlangsung," ujar Kepala BPBD Dicky Saromi, saat ditemui di Kantor BPBD Jabar, Bandung, Selasa (13/11/2018).

Adapun langkah dari BPBD Jabar sendiri, yakni menyiapkan personel dan peralatan sebagai langkah memperkecil risiko yang saat penanggulangan bencana. Dari data BPBD Jabar, bencana banjir dan longsor ‎terpantau di sejumlah wilayah di Jabar.

Diantaranya, bencana banjir di Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran, dan sebagai di wilayah Garut. Rawan bencana banjir merata hampir di seluruh Jawa Barat. Sedangkan untuk longsor, titik yang diwaspadai bagian tengah dan selatan Jawa Barat. Kemudian di wilayah tengah, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Cimahi.

"Di wilayah tengah banjir disebabkan lebih banjir Cileuncang atau meluapnya air dari drainase yang tidak bisa menampung air karena curah hujan yang tinggi. Sehingga jalan tergenang air," ungkap dia.

(Baca Juga: Jabar Siaga 1 Bencana, Polda Jabar Siapkan Tim Satgas)

Untuk Kabupaten Bandung, ungkap Dicky, masih relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Yaitu, terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. Begitu juga di Kabupaten Bogor.

"Jadi saat ini kami konsentrasi di wilayah tengah dan selatan Jabar," katanya.

Dicky menyatakan, dalam siaga darurat banjir dan longsor ini, BPBD Jabar mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan daerah-daerah rawan longsor untuk dalam sikap kesiapsiagaan.

(Baca Juga: Ridwan Kamil: 60 Persen Bencana Hidrologis Indonesia Ada di Jawa Barat)

Terutama jika terjadi anomali atau ketidakwajaran cuaca. Seperti intensitas hujan sangat tinggi dan frekuensi lama untuk bisa menghidari atau mengevakuasi diri. "Dengan evakuasi yang dilakukan secara mandiri oleh masyarkat ini, dapat mengurangi kejadian bencana yang tidak kita kehendaki.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini