nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Polisi Mantan Ajudan Nurhadi Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 14 November 2018 18:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 14 337 1977848 4-polisi-mantan-ajudan-nurhadi-mangkir-dari-pemeriksaan-kpk-PIp1SecJVc.jpg Gedung KPK (Antara)

JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah memastikan bahwa empat polisi yang pernah menjadi ajudan ‎mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman mangkir alias tidak hadir pada panggilan pemeriksaan hari ini.

Keempat polisi tersebut yakni, ‎Ari Kuswanto, Dwianto Budiawan, Fauzi Hadi Nugroho, dan Andi Yulianto. Rencananya, empat anggota Korps Bhayangkara tersebut akan diperiksa sebagai saksi terkait perkara suap yang menyeret mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro.

 Baca juga: Bantu Pelarian Eddy Sindoro, Petugas Imigrasi Kembalikan Imbalan Rp30 Juta ke KPK

"KPK telah mengirimkan surat ke Kapolri up Kadiv. Propam Polri tentang permintaan menghadirkan 4 orang anggota Polri tersebut dalam pemeriksaan. Sampai sore ini, para saksi tidak datang. Belum diperoleh informasi alasan ketidakhadiran," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2018).

Menurut Febri, pihaknya akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap empat polisi tersebut. Sebab, penyidik membutuhkan keterangan dari para mantan ajudan Nurhadi tersebut dalam penyidikan ini.

 Baca juga: Pejabat Air Asia Terseret Dalam Pusaran Kasus Pelarian Eddy Sindoro

"Surat (pemanggilan ulang) tentu akan kami sampaikan juga pada Kapolri up. Kadiv Propam Mabes Polri. Kami percaya Polri akan membantu pelaksanaan tugas KPK, khususnya untuk pemeriksaan saksi ini. Koordinasi lebih lanjut akan dilakukan‎," katanya.

KPK sendiri memang sedang menelisik peran Nurhadi dalam pengurusan sejumlah perkara Lippo Group di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menyeret Eddy Sindoro. Hal tersebut ditelisik KPK saat memeriksa Nurhadi sebagai saksi pada 6 November 2018.

‎Sebagaimana dalam dakwaan Doddy Aryanto Supeno, Nurhadi disebut berperan mempercepat pengurusan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) perkara niaga PT Across Asia Limited (AAL). Diduga, Nurhadi sempat berhubungan dengan Eddy Sindoro terkait pengurusan perkara itu

 Baca juga; Advokat Lucas Didakwa Bersama Dina Soraya Bantu Pelarian Eddy Sindoro

Dalam perkara ini, KPK sendiri telah menetapkan Eddy Sindoro sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap perkara peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dia diduga menyuap Panitera PN Jakpus Edy Nasution terkait sejumlah perkara Lippo Group.

Atas perbuatannya, Eddy Sindoro disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini