nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Robohnya Tembok Sekolah yang Menewaskan Murid SD, Ternyata Sudah Diperingati

Gimas Siskamayanti, Jurnalis · Rabu 14 November 2018 21:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 14 340 1977886 fakta-robohnya-tembok-sekolah-yang-menewaskan-murid-sd-ternyata-sudah-diperingati-W7bnvbVmTx.jpg Tembok Roboh

PEKANBARU – Sebuah tembok di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 141 Simpang 3 Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Riau, roboh pada hari Rabu sekitar pukul 07.00 WIB. Akibatnya, dua siswa sekolah meninggal dunia akibat peristiwa naas yang terjadi tadi pagi.

Masyarakat mulai khawatir terkait bangunan yang terlihat miring dalam sebulan terakhir. Kekhawatiran tersebut sudah disampaikan ke pihak sekolah mengenai kondisi tembok yang memiliki panjang enam meter ini. Kekhawatiran yang dirasakan masyarakat selama ini, menyebabkan dua siswa meninggal dunia.

 Baca juga: Murid SD Tewas Tertimpa Tembok, Polisi Selidiki Faktor Kelalaian

Berikut fakta terkait robohnya tembok sekolah yang menimpa siswa SD meninggal dunia, berhasil dirangkum Okezone, Rabu (14/11/2018):

1.Sebanyak 6 Korban Tertimpa Tembok, 2 di antaranya Meninggal Dunia

Siswa SD Negeri 141 Pekanbaru kelas V menjadi korban robohnya tembok sekolah yang terjadi tadi pagi. Korban yang tertimpa tembok beton setinggi dua meter dan sepanjang enam meter menewaskan dua orang siswa akibat luka yang cukup parah di bagian kepala.

Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto di Pekanbaru menjelaskan sebelum korban bernama William Maleaki (7) meninggal dunia yang sempat kritis dan menghembuskan nafas terakhir ketika menjalani penanganan media di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru.

 Baca juga; Ini Identitas Siswa Korban Tewas Tertimpa Tembok Sekolah

Sebelumnya, korban yang meninggal dunia yaitu yaitu Yanita Octavilozy. Korban merupakan siswa SMA Negeri 14 Pekanbaru nyawanya naas dalam insiden tersebut. Pada saaat itu, ia sedang mengantarkan adiknya bernama Rasyad Agus Triono (11). Beruntungnya, Rasyad berhasil diselamatkan dan hanya mengalami luka ringan.

"Jadi sejauh ini korban meninggal sudah dua," ujar Santo.

 https://img-z.okeinfo.net/library/images/2018/11/14/xbkos95mdormmoovcdg5_12969.jpg

2.Tembok Makin Miring Sekitar 2 Minggu Terakhir

Salah seorang warga, Ermi Fadni, merupakan warga yang tinggal persis di depan sekolah, memaparkan bahwa pagar sekolah yang ada di Jalan Abidin mulai terlihat miring sekitar sebulan yang lalu.

"Sebulan ini sudah mulai miring, dan 15 hari terakhir tampak mulai parah kemiringannya," kata Ermi kepada wartawan.

Ermi sudah memberitahukan kondisi kemiringan tembok tersebut kepada pihak sekolah. Tidak hanya sekali ia memberitahukan kepada pihak sekolah, Ermi dan suaminya sudah melaporkan mengenai kemiringan tembok tersebut kepada kepala sekolah, namun tidak membuahkan hasil.

 Baca juga: Tembok Sekolah Roboh, 5 Murid SD Tertimpa

3.Sudah Pasang Selebaran Kertas Peringatan

Masih pada pernyataan Ermi Fadni, menjelaskan bahwa selebaran kertas yang berisikan informasi kepada warga dan siswa agar lebih berhati-hati mengenai tembok setinggi dua meter mulai miring. Selebaran kertas yang berisikan peringatan tersebut, ditempel di dua sisi tembok. Sisi bagian pertama berada di bagian pintu masuk dekat pagar Jalan Abidin. Dan satu lagi disisi lainnya berada di bagian sudut.

"Kita terus beritahu sekolah. Bahkan yang 15 hari terakhir yang temboknya semakin miring kita beritahu lagi. Kita juga pasang kertas peringatan," lanjutnya.

4.Proses Evakuasi Memakan Waktu 1 Jam

Mengingat material bangunan yang cukup besar dan tinggi ini, membuat pihak rescue Damkar Kota Pekanbaru mengerahkan tiga tim dan alat-alat untuk mengevakuasi para korban dari reruntuhan tembok yang terjadi di Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

"Proses evakuasi cukup sulit karena material yang runtuh cukup besar. Kita membutuhkan waktu 1 jam untuk mengevakuasi semua korban. Nama nama korban belum kita identifikasi," imbuhnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini