nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bianglala Terbalik, Sultan HB X Minta Wahana Sekaten Distandarisasi dan Rutin Dicek

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 04:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 14 510 1977980 bianglala-terbalik-sultan-hb-x-minta-wahana-sekaten-distandarisasi-dan-rutin-dicek-Pq6c0s8Odi.jpg Gubernur DIY Sri Sultan Hemengkubuwono X (foto: Okezone)

YOGYAKARTA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X meminta agar seluruh wahan ekstrem di Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) distandarisasi dan dilakukan pengecekan secara rutin. Langkah itu harus dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada pengunjung.

HB X mengatakan, atas insiden itu perlu diketahui penyebab terbaliknya gerbong bianglala. Banyak kemungkinan penyebab, mulai dari konstruksinya yang kurang bagus atau tidak ada standarisasi dari peralatan di wahana permainan.

(Baca Juga: Bermasalah Padahal Masih Baru, Kabin Bianglala Sekaten Langsung Dibongkar)

Insiden bianglala di Pasar Malam Sekaten. (Foto : Harian Jogja)	 

"Kalau saya kenapa terjadi? terjadi karena kebetulan (atau bagaimana,-red), ya semua itu mesti tidak disengaja. Atau memang konstruksinya kurang bagus atau standarisasinya kurang bagus, atau memang sekedar kecelakaan karena faktor tertentu, saya kan enggak tahu?" kata HB X di Kepatihan, Rabu (14/11/2018).

Sultan meminta sebaiknya seluruh wahana ekstrim di PMPS distandarisasi peralatan yang digunakan dengan mengedepankan keamanan. Dengan adanya standarisasi harapannya dapat mengurangi resiko terhadap insiden yang tidak diinginkan.

"Ya itu kalau memang membahayakan keselamatan (wahana ekstrem,-red) mestinya distandarisasi, berarti risiko bisa berkurang," ucapnya.

(Baca Juga: Pengakuan Penumpang yang Naik Bianglala Sebelum Kabin Terbalik) 

Raja Kraton Ngayogyakarta ini mengatakan, selain standarisasi alat, pengecekan secara rutin juga harus dilakukan sebelum pemakaian. Karena di antara berbagai komponen wahan tersebut tentu akan ada yang mengalam pergerakan akibat getaran saat dioperasikan.

"Karena standarisasi tidak tercapai, pergerakan permainannya itu kan lama-lama sekrup itu kan bisa goyang. Biarpun sudah distandarisasi tetapi karena getaran, gerakan atau apa itu mestinya selalu dicek," katanya.

Pengecekan rutin, kata Sultan, wajib dilakukan meski alat sudah sudah distandarisasi. "Seperti jembatan juga karena ada pergerakan di atasnya, tiga bulan sekali sekrup dan sebagainya kan perlu dicek. Biarpun ada standarisasi (tetap harus dicek,-red), apalagi tidak (tanpa standarisasi,-red)," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini