nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilmuwan China Kembangkan 'Matahari Buatan' Sepanas 100 Juta Derajat Celsius

ABC News, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 08:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 15 18 1978055 ilmuwan-china-kembangkan-matahari-buatan-sepanas-100-juta-derajat-celsius-RLTDLQzCtT.jpg (Foto: EAST)

PARA ilmuwan nuklir China berhasil mencapai titik penting dalam usaha global untuk menghasilkan energi dari proses fusi nuklir, proses yang biasanya terjadi dari matahari. Tim ilmuwan dari Institut Fisika Plasma China mengumumkan minggu ini bahwa plasma dalam proyek penelitian bernama Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) —yang disebut 'matahari buatan'— telah mencapai 100 juta derajat Celsius, suhu yang diperlukan untuk mempertahankan fusi.

Sebagai perbandingan, suhu di sekitar matahari adalah sekitar 15 juta derajat Celsius, sehingga plasma di 'matahari buatan' China ini enam kali lebih panas dari matahari sebenarnya. Pernyataan tersebut muncul setelah China juga mengejutkan komunitas sains ketika bulan lalu berencana meluncurkan 'bulan buatan' yang bisa menggantikan lampu jalanan pada 2020.

Associate Professor Matthew Hole dari Australian National University mengatakan pencapaian China itu merupakan hal penting dalam perkembangan keilmuan fusi nuklir.

"Ini tentu saja merupakan langka penting dalam program fusi nuklir China dan juga perkembangan penting bagi dunia," kata Dr Hole kepada ABC, dan menambahkan pengembangan reaksot fusi nuklir bisa menjadi solusi bagi permasalahan energi global, Kamis (15/11/2018).

Ilustrasi. (Foto: ABC News)

"Manfaatnya sederhana, karena ini akan menjadi sumber produksi energi dalam skala besar, dengan emisi gas rumah kaca nol, dan tidak ada buangan radioaktif sama sekali."

Dia mengatakan bahwa reaktor fusi nuklir bisa menghindari resiko keamanan berkenaan dengan reaktor fisi nuklir yang saat ini banyak digunakan di dunia.

Reaktor fisi nuklir ini bisa diubah menjadi senjata yang mematikan dan juga bisa mengalami kebocoran karena bencana alam atau sebab lainnya.

Bagaimana China Bisa Membuat Matahari Buatan?

Saat ini berbagai pembangkit listrik tenaga nuklir di seluruh dunia menggunakan teknik fisi nuklir, dimana atom uranium dibelah menjadi bagian yang lebih kecil dan menghasilkan energi dari pemecahan tersebut.

Sementara itu reaksi fusi nuklir dilakukan dengan cara sebaliknya dimana dua atom atau lebih bergabung menjadi satu.

Cara untuk mencapai fusi nuklir di bumi adalah menggunakan apa yang disebut tokamak, sebuah alat yang digunakan untuk mencontoh proses fusi nuklir yang terjadi secara alamiah di matahari dan bintang untuk menghasilkan energi.

Matahari buatan karya ilmuwan China. (Foto: Institute of Plasma Physics Chinese Academy of Sciences)

Reaktor EAST yang bisa menghasilkan energi 100 juta derajat Celcius tersebut tingginya 11 meter, dengan diameter delapan meter, dan berat sekitar 360 ribu kg.

Tim peneliti China mengatakan mereka berhasil mencapai suhu 100 juta derajat tersebut dengan menggunakan berbagai teknik baru dalam pemanasan dan pengaturan plasma, namun hanya bisa mempertahankan suhu tersebut selama 10 detik.

Menurut Institut Fisika Plasma China, apa yang mereka lakukan menunjukkan bukti bahwa pencapaian suhu 100 juta derajat Celcius adalah hal yang mungkin.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini