Hamas : Pengunduran Diri Menhan Israel Adalah Kemenangan Bagi Palestina

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 15 November 2018 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 15 18 1978250 hamas-pengunduran-diri-menhan-israel-adalah-kemenangan-bagi-palestina-dQ1VGdMGMe.jpg Lieberman mundur sebagai protes atas tercapainya gencatan senjata dengan kelompok bersenjata di Gaza. (Foto: Reuters)

GAZA – Hamas menyambut gembira mundurnya Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Tel Aviv dengan kelompok bersejata di Gaza yang di mediasi oleh Mesir. Hamas menyebut pengunduran diri Lieberman sebagai sebuah “kemenangan politik bagi Gaza” di tengah gencatan senjata yang rentan.

Juru Bicara Hamas, Sami Zuhri yang dikutip Al Jazeera pada Rabu mengatakan bahwa pengunduran diri Lieberman menandakan “pengakuan kekalahan dan kegagalan Israel dalam menghadapi perlawanan Palestina”. Dia menambahkan bahwa keteguhan yang ditunjukkan oleh Palestina telah mengirimkan gelombang kejut kepada Israel.

BACA JUGA: Gencatan Senjata di Gaza Tercapai, Menteri Pertahanan Israel Justru Mundur

Diberitakan sebelumnya, Lieberman mengatakan bahwa dia mengundurkan diri sebagai protes atas gencatan senjata yang ditengahi Mesir yang dicapai dengan kelompok-kelompok bersenjata di Gaza.

Gencatan senjata yang diumumkan pada Selasa oleh faksi-faksi yang dipimpin Hamas itu dimaksudkan untuk mengakhiri dua hari serangan udara Israel ke Gaza menyusul operasi rahasia Israel di wilayah itu yang dibalas oleh faksi Palestina dengan tembakan roket.

Setidaknya 15 warga Palestina dan dua orang Israel tewas dalam dua hari dalam kekerasan terburuk yang terjadi di Gaza dalam dua tahun terakhir. Lieberman telah mengusulkan serangan lebih hebat terhadap Hamas dan menyatakan mundur sebagai protes atas tercapainya gencatan senjata.

BACA JUGA: Buru Komandan Hamas, Operasi Israel di Gaza Tewaskan Tujuh Orang

Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung dilakukannya gencatan senjata tersebut dan mengatakan bahwa "kepemimpinan Israel melakukan hal yang benar".

Pengunduran diri Lieberman secara signifikan melemahkan pemerintah koalisi yang berkuasa Netanyahu dan tampaknya akan mendorong digelarnya pemilihan umum lebih awal.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini