Dosen hingga Profesor Dunia Kumpul Bareng di Indonesia, Ini yang Dibahas

Taufik Fajar, Okezone · Kamis 15 November 2018 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 15 65 1978146 dosen-hingga-profesor-dunia-kumpul-bareng-di-indonesia-ini-yang-dibahas-nWifmLsyMD.jpg

JAKARTA - Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menggelar acara Annual Seminar World Class Profesor 2018. Kegiatan ini, merupakan program mengundang profesor kelas dunia, baik profesor asing maupun diaspora dari berbagai perguruan tinggi ternama sebagai visiting profesor.

"Jadi, acara ini dimaksudkan agar dosen bisa berinteraksi dengan profesor ternama atau jelas dunia, agar bisa meningkatkan kehidupan akademis, kompetensi, kualitas dan kontribusinya bagi pengembangan Iptek dan Penguatan Sistem Inovasi Nasional," ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti, di Hotel Century Park, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

 

Dia menjelaskan, kegiatan ini juga untuk kolaborasi antara profesor kelas dunia dengan dosen di Indonesia untuk melakukan pengembangan iptek dan penguatan sistem inovasi.

Baca Juga: 9.200 CPNS Dosen Dialokasikan untuk 35 PTN Baru

"Untuk program WCP ini, agar dosen, bisa melakukan penerbitan tersebut, profesor kelas dunia mendampingi itu, tergantung dari proposalnya minimal rata-rata satu bulan sampai enam bulan berbeda-beda," jelasnya.

 

Dia menuturkan, profesor itu harus jelas bidangnya, dia ahli bidang apa. Tidak boleh profesor ahli bidang semuanya. Bukan tidak boleh ya, bagus-bagus juga. Tapi untuk mendapatkan gelar profesor harus jelas dia profesor bidang apa.

"Tapi kita ketahui untuk menyelesaikan bangsa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, tidak bisa didekati dengan satu bidang ilmu, maka pendekatan semua bidang lebih penting, sehingga kita mendorong profesor bekerjasama dengan bidang terkait kolaborasi menjadi satu persyaratan," ungkapnya.

Baca Juga: Kuliah Daring Bakal Potong Jatah Dosen di Indonesia

Dia menambahkan, saat ini progress World Class Profesor ini, sangat banyak, seperti jurnal plus one. "Di mana jurnal tersebut sudah sitasi sangat tinggi sudah 200," pungkasnya.

(rhs.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini