nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Era Digital, Saatnya Berpikir Kreatif Agar Tak Tergerus Zaman

Nadia Tisca Ekasari, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 15:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 15 65 1978246 era-digital-saatnya-berpikir-kreatif-agar-tak-tergerus-zaman-xI29UeDyJ3.jpeg Diskusi Revolusi Industri (Nadia/Okezone)

JAKARTA - Sejatinya Revolusi Industri 4.0 adalah tren otomatis dan pertukaran data terkini dalam teknologi, istilah ini mencakup sistem siber fisik, internet of things. Saat ini, masyarakat Indonesia secara tidak langsung udah memasuki revolusi ini.

Menurut Pemimpin Redaksi Koran Sindo Koran Sindo Pur Purwanto, bahwa masyarakat Indonesia harus bisa berpikir kreatif agar tidak tergerus oleh zaman yang serba digital ini.

Baca Juga: 5 Tips Hindari Jenuh di Kampus saat Pertengahan Semester

“Yang di dunia media ini memang kita juga ditekan untuk terus berpikir berpikir berpikir kreatif jangan sampe kita terbawa arus, nanti akan hanya cerita bahwa kita dulu adalah negara yang besar luas kaya raya tapi pada akhirnya siapa yang menguasai, di era yang serba digital,” ucapnya, dalam seminar bertajuk STEM Dalam Menyiapkan Generasi Emas Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0 yang diselenggarakan dalam menyambut pelajaran Robotik dari tingkat pendidikan usia dini, di Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta, Kamis (15/11/2018).

koran

Sementara itu di tempat yang sama, Pencipta Software Pertama dalam bahasa Indonesia Hasan Hambali mengatakan, di era digital ini keberadaan robot di Indonesia sudah mulai menjamur di berbagai sektor indutsri. Bahkan dia, mengingatkan, jangan sampai perkembangan robot di Indonesia diserbu oleh asing.

"Masa kita orang Indonesia bilang robotnya bikinan China yang berbahasa Indonesia, kan enggak lucu. Jadi kita mulai membuat robot-robot Indonesia yang memiliki nilai-nilai kesantunan khas Indonesia, termasuk apa itu Pancasila dan sebagainya," ujarnya.

Baca Juga: 5 Kemampuan Pemimpin yang Dianggap Paling Sulit

Untuk itu, dia menyarakan agar para mahasiswa bisa menciptakan software yang sesuai dengan budaya Tanah Air. Keberadaan robot ini nantinya bisa berkembang pada industri perhotelan, pariwisata, atau kuliner juga kedokteran.

"Jadi kalau misalnya kita sakit, apa itu bisa memberi tahu kita? Jadi saya mengimbau para mahasiswi yang ada di perhotelan untuk membuat software. Jika software yang dibuat dari luar bisa ngaco jawabnya karna tidak sesuai dengan culture kitakan?".

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini