nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penembak Mobil Kru Sriwijaya Air Ngaku Anggota Polisi

Anggun Tifani, Jurnalis · Sabtu 17 November 2018 16:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 17 338 1979204 oknum-penembak-mobil-kru-sriwijaya-air-ngaku-anggota-polisi-tcj2GROXas.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

TANGERANG - Sebelum melancarkan aksinya, tiga pelaku penembakan terhadap mobil Kru Sriwijaya di Jalan Husein Sastranegara, Jalan menuju Tol Sedyatmo, Kota Tangerang pada Jumat 16 November 2018 lalu, mengaku sebagai anggota kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Dedy Supriyadi mengatakan, saat tiga pelaku tersebut meminta paksa handphone korban, disitulah para pelaku mengaku sebagai polisi.

"Korban, yakni Arman yang merupakan karyawan Sriwijaya Air saat itu tengah mencari kartu e-toll di pinggir Jalan Sebrang Hotel Ibis. Saat meminta HP korban, ketiga pelaku mengaku sebagai anggota polisi, tapi tidak menjelaskan maksud dan tujuan mengapa ingin mengambil HP korban, untuk itu korban tancap gas," ujarnya, Sabtu (17/11/2018).

(Baca Juga: Mobil Kru Sriwijaya Air Diberondong Tembakan oleh Orang Tak Dikenal)

Para pelaku yang melihat korban tancap gas, lantas bergegas mengejar korban. Tak hanya itu, kemudiaan dua tembakan langsung diarahkan ke mobil korban hingga menembus kaca mobil.

"Ada suara bunyi letusan dari belakang mobilnya sebanyak dua kali hingga mengenai bagian belakang dan samping kanan belakang mobil pelapor. Namun, pelapor terus melaju kencang melarikan diri hingga keluar tol Pantai Indah Kapuk," tuturnya.

Ilustrasi 

Kini, Dedy mengatakan pihaknya tengah menyelidiki keberadaan ketiga pelaku yang melakukan penembakan tersebut. "Masih dalam pengecekan tim kami, kita akan terus lakukan pendataan dan penyelidikan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Jumat 16 Nopember 2018 sekira pukul 06.03 WIB, sopir Kru Sriwijaya yang sedang parkir berhenti di jalan raya sebrang Hotel Ibis Benda menuju Jakarta. Tiba-tiba dipepet mobil jenis Mobillio warna hitam diduga penumpang berisi sebanyak tiga orang tak dikenal.

Selanjutnya, korban ditemani pihak perusahaan segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bandara Soekarno-Hatta, namun karena tempat kejadian perkaranya (TKP) berada di wilayah hukumnya di Benda, maka laporan itu diarahkan ke Polsek Benda.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini