nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Selidiki Penembakan Mobil Kru Sriwijaya Air

Anggun Tifani, Jurnalis · Sabtu 17 November 2018 16:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 17 338 1979215 polisi-selidiki-penembakan-mobil-kru-sriwijaya-air-csH31pXGpM.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

TANGERANG - Aparat Polres Metro Tangerang Kota melakukan penyelidikan penembakan mobil kru Sriwijaya Air di Jalan Husein Sastranegara, Jalan menuju Tol Sedyatmo, Kota Tangerang. Di mana, sebelumnya pelaku sempat mengaku sebagai anggota polisi.

"Masih dalam pengecekan tim kami, kita akan terus lakukan pendataan dan penyelidikan," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Dedy Supriyadi, Sabtu (17/11/2018).

Tiga pelaku penembakan terhadap mobil Kru Sriwijaya terjadi pada Jumat 16 November 2018. Korban, yakni Arman yang merupakan karyawan Sriwijaya Air saat itu tengah mencari kartu e-toll di pinggir Jalan Sebrang Hotel Ibis.

(Baca Juga: Mobil Kru Sriwijaya Air Diberondong Tembakan oleh Orang Tak Dikenal)

Saat meminta HP korban, ketiga pelaku mengaku sebagai anggota polisi, tapi tidak menjelaskan maksud dan tujuan mengapa ingin mengambil HP korban, sehingga korban tancap gas.

Ilustrasi

Para pelaku yang melihat korban tancap gas, lantas bergegas mengejar korban. Kemudian, ada dua tembakan diarahkan ke mobil korban hingga menembus kaca mobil.

"Ada suara bunyi letusan dari belakang mobilnya sebanyak dua kali hingga mengenai bagian belakang dan samping kanan belakang mobil pelapor. Namun, pelapor terus melaju kencang melarikan diri hingga keluar tol Pantai Indah Kapuk," katanya.

(Baca Juga: Penembak Mobil Kru Sriwijaya Air Ngaku Anggota Polisi)

Diberitakan sebelumnya, pada Jumat 16 November 2018 sekira pukul 06.03 WIB, sopir Kru Sriwijaya Air yang sedang parkir berhenti di jalan raya seberang Hotel Ibis Benda menuju Jakarta. Tiba-tiba dipepet mobil jenis Mobillio warna hitam diduga penumpang berisi sebanyak tiga orang tak dikenal.

Selanjutnya, korban ditemani pihak perusahaan segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bandara Soekarno-Hatta, namun karena tempat kejadian perkaranya (TKP) berada di wilayah hukumnya di Benda, maka laporan itu diarahkan ke Polsek Benda.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini