nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Tewas Akibat Bentrok Warga di Mamberamo Papua

Edy Siswanto, Jurnalis · Sabtu 17 November 2018 16:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 17 340 1979202 3-tewas-akibat-bentrok-warga-di-mamberamo-papua-9mjdYuD13l.jpg Polisi menenagkan warga yang terlibat bentrok. Foto: Okezone/Edy Siswanto

JAYAPURA – Tiga orang tewas dalam bentrok antar warga di Kabupaten Mamberamo Raya pada Jumat 16 November 2018.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal mengatakan, bentrok bermula pada Kamis 15 November sekitar pukul 21.15 WIT, masyarakat dari Desa Dogobak Distrik Kelila Kabupaten Mamberamo Tengah, ingin memasuki Distrik Bokondini Kabupaten Tolikara.

Setibanya di Pos GIS (Gidi Intelijen Service) yang bertempat di Perbatasan Kelila Kabupaten Mamberamo Tengah dan Distrik Bokondini Kabupaten Tolikara, masyarakat dari Desa Dogobak Distrik Kelila diperiksa oleh anggota GIS yang sedang berjaga.

"Terjadi adu mulut di antara mereka, sehingga anggota GIS melakukan pemukulan terhadap Masyarakat Desa Dogobak," kata Kamal, Sabtu (17/11/2018).

Foto: Okezone/Edy Siswanto 

Atas kejadian itu, warga Dogobak Distrik Kelila Kabupaten Mamberamo Tengah tidak terima dengan pemukulan oleh anggota GIS tersebut. “Melakukan aksi balasan dengan menyerang Pos anggota GIS yang ada diperbatasan, hingga mengakibatkan 3 korban meninggal dunia dan 6 orang luka-luka," terang Kamal.

Aparat kepolisian setempat langsung berupaya megghentikan bentrok massa.

Korban luka telah dievakuasi menggunakan pesawat terbang menuju Jayapura melalui Bandara Udara Distrik Bokondini.

Korban meninggal dunia adalah Pilenus Wanimbo, Atinus Jikwa, dan Batu Karoba. Sementara korban luka-luka, yakni Miler Payokwa terkena panah bagian Dada Kiri, Karinus Payoka terkena panah bagian Paha dan ibu jari kaki.

Foto: Okezone/Edy Siswanto 

Herman Pasang terkena panah bagian di punggung bawah (belakang). Windua Jikwa terkena panah Bagian Tangan kiri, Baiten Payokwa terkena panah bagian kaki kanan, dan Peumbuluk Jikwa terkena panah bagian dada tengah.

"Tindakan kepolisian yang dilakukan yakni menerima laporan mendatangi TKP, mengamankan TKP, melakukan koordinasi dengan kedua belah pihak yang bertikai, melakukan patroli, melakukan pengamanan, mengevakuasi korban ke Rumah Sakit, membuat laporan polisi.

GIS (Gidi Intelijen Service) dibentuk Bupati Mamberamo Tengah Ham Pagawak sebagai keamanan pada acara Konferensi Umum ke XIX Gereja Injili di Indonesia Wilayah Bogo, Klasis Bogogo, Bokondini .

Akibat kejadian ini, informasi diperoleh acara tersebut diundur hingga waktu yang belum ditentukan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini