MALE – Presiden baru Maldewa yang baru dilantik pada Sabtu mengatakan bahwa kas negara tersebut telah kosong dijarah dan memperingatkan bahwa Maladewa tengah berada dalam kesulitan finansial setelah menumpuk utang dari China saat terjadi ledakan pembangunan infrastruktur.
Maladewa yang dikenal sebagai negara tujuan wisata dan resor-resor mewahnya adalah salah satu dari beberapa negara kecil di mana China telah menginvestasikan jutaan dolar untuk membangun jalan raya dan perumahan sebagai bagian dari inisiatif Belt dan Roadnya.
BACA JUGA: Kalahkan Petahana, Ibrahim Solih Akan Jadi Presiden Baru Maladewa
Tetapi proyek-proyek tersebut telah membuat negara dengan populasi lebih dari 400.000 jiwa itu berada dalam utang. Telah muncul seruan untuk digelarnya penyelidikan tentang bagaimana kontrak-kontrak pembangunan itu diberikan kepada perusahaan-perusahaan China selama pemerintahan sebelumnya.
“Ketika saya mengambil alih kursi kepresidenan, situasi keuangan negara sedang sulit. Kerusakan terjadi karena proyek yang dilakukan hanya karena alasan politik, dan kerugiannya, sangat besar, ” kata Presiden Ibrahim Mohammed Solih dalam pidatonya pelantikannya sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (18/11/2018).