nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

8 Pelajar Diamankan Polisi saat Asik Pesta Miras dan Pil Penenang

Abimayu, Jurnalis · Senin 19 November 2018 15:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 19 340 1979844 8-pelajar-diamankan-polisi-saat-asik-pesta-miras-dan-pil-penenang-GtglszudZ2.jpg Para pelajar yang diamankan petugas (Foto: Abimayu/Okezone)

MERANGIN - Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di wilayah Hukum Polsek Bangko, puluhan anggota Kepolisian Polsek Bangko yang langsung dipimpin Kapolsek Bangko Iptu Echo Sitorus melakukan cipta kondisi ke wilayah yang di anggap rawan kejahatan. Alhasil dari razia tersebut, delapan pelajar yang sedang asik mabuk tuak dan obat-obatan diamankan aparat kepolisian.

Usai di amankan di interograsi ,kedelapan pelajar tersebut mengakui jika dirinya sedang berpesta minuman keras tradisional jenis tuak dan obat-obatan. Karena di anggap meresahkan masyarakat, kedelapan pelajar tersebut langsung di gelandang ke Pos Polisi Pasar Bawah Bangko.

Bersama petugas, kedelapan pelajar ini di data dan ditanya satu persatu maksud dan tujuan mereka memakan pil penenang dan mabuk minuman keras jenis tuak. Bahkan kedelapan pelajar ini ada yang dari Kecamatan Margo Tabir dan ada yang berasal dari Kecamatan Pamenang Barat.

Usai di data dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi, serta di hukum jalan jongkok, kedelapan pelajar tersebut di perbolehkan pulang oleh aparat kepolisian.

Baca Juga: Pengen Mabuk, Pelajar Ini Tenggak Obat Batuk

Minuman Keras

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kapolsek Kota Bangko Iptu Echo Sitorus, membenarkan jika dirinya menggelar razia cipta kondisi di wilayah Pasar Bangko.

“Hasil kita melaksanakan cipta kondisi adalah mengamankan delapan pelajar yang nongkrong di pinggir jalan saat pesta miras dan obat-obatan, seluruh pelajar tersebut kita bawa ke Pos Polisi dan kita data serta kita beri pembinaan,” ucap Iptu Echo Sitorus di kantornya, Senin (19/11).

Kapolsek juga menjelaskan, memang pada hari-hari ini sedang marak para pelajar yang menyalah gunakan obat-obatan untuk mabuk-mabukan, seharusnya para penjual toko obat bisa memilah-milah untuk menjual obat-obatan yang di jualnya.

“Nampaknya obat-obatan yang di konsumsi anak-anak ini di jual dengan bebas, tanpa ada pengawasan, saya menghimbau kepada pemilik apotik atau toko obat agar menjual obat-obatanya ke orang yang membutuhkannya dan bukan di jual ke anak-anak,” tutupnya.

Baca Juga: Polisi Sita Ratusan Ribu Obat Kuat di Pintu Masuk Bali

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini