nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim Gabungan Siapkan Langkah Penangkapan Buaya di Bengawan Solo

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 19 November 2018 19:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 19 519 1979988 tim-gabungan-siapkan-langkah-penangkapan-buaya-di-bengawan-solo-dPg2SNsNB6.jpg Ilustrasi Buaya (foto: Ist)

BOJONEGORO - Hari ketiga pasca penemuan beberapa ekor buaya di Sungai Bengawan Solo, tim gabungan dari BPBD, Tagana, kepolisian, TNI, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) masih terus melakukan pengamatan.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bojonegoro, Eko Susanto menyatakan, hasil dari pengamatan hingga hari ketiga pasca muncul pada Jumat lalu, belum membuahkan hasil.

(Baca Juga: Lokasi Penemuan Buaya di Bengawan Solo Dipasang Garis Polisi) 

"Buaya masih dalam pengamatan, sementara ini masih landai. Kita juga terus kordinasi dengan BKSDA dalam pengamatannya," ungkap Eko dihubungi Okezone, Senin (19/11/2018).

Penampakan Buaya di Sungai Bengawan Solo (foto: Ist)Penampakan Buaya di Sungai Bengawan Solo (foto: Ist) 

Meski belum tampak segala kemungkinan sudah dirancang tim gabungan untuk menangkap buaya jenis muara ini, sambil menunggu instruksi dari BKSDA wilayah 2 Jawa Timur.

"Tunggu intruksi dari KSDA, kalau dalam pengamatan nanti ternyata mereka (buaya - buaya) tersebut membuat habitat baru di tempat tersebut akan dikonservasi ke habitat yang aman," jelasnya.

Terkait teknik penangkapannya BPBD, masih menunggu kebijakan dari BKSDA. "BPBD akan mendukung sepenuhnya bila diperlukan," tegasnya.

(Baca Juga: Petugas Yakin Buaya di Sungai Bengawan Solo Bergeser untuk Cari Makan) 

Sebelumnya, warga Sungai Bengawan Solo tepatnya antara Desa Kalisari dan Lebaksari Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro dan Desa Jepuro, Kecamatan Widang, Tuban, dibuat geger pada Kamis sore kemarin 15 November 2018 lantaran adanya warga yang diduga melihat 6 ekor buaya tengah berada di permukaan Sungai Bengawan Solo dan sempat menepi.

Warga yang ketakutan langsung melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa diteruskan ke aparat keamanan dan instansi terkait.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini