nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sudah 9 Kepala Daerah di Sumut Jadi "Pasien" KPK

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 19 November 2018 21:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 19 608 1979993 sudah-9-kepala-daerah-di-sumut-jadi-pasien-kpk-vNDVDSVPP1.jpg Foto: Sindo

MEDAN - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Kabupaten Pakpak Barat, Sumatera Utara, Remigo Yolando Berutu dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pakpak Barat. Remigo ditangkap bersama sejumlah tersangka lainnya pada Minggu 18 Nopember 2018 kemarin.

KPK menduga sudah terjadi penerimaan suap beberapa kali yang nilainya mencapai ratusan juta.

“Diduga penerimaan telah terjadi beberapa kali, dengan nilai ratusan juta,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo.

Remigo menjadi kepala daerah kesembilan di Sumatera Utara, yang ditangkap KPK sejak lembaga anti-rasuah itu berdiri tahun 2002 lalu.

 (Baca juga: Pasca OTT, KPK Segel Kantor Bupati Pakpak Bharat dan Dinas PUPR)

pak

Kepala daerah yang pertama berurusan dengan KPK yakni Wali Kota Medan Abdillah. Dia ditahan pada 2 Januari 2008, terkait korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran 2005 dan penyelewengan APBD Medan tahun 2002-2006.

Pada 3 Januari 2008, KPK menangkap Wakil Wali Kota, Ramli Lubis, di Kantor Wali Kota Medan. Dia menjadi tersangka dalam kasus yang sama dengan Abdillah.

Jumat, 22 Oktober 2010, Gubernur Sumut, Syamsul Arifin, ditahan KPK. Syamsul yang merupakan mantan Bupati Kabupaten Langkat, Sumatera Utara itu,, dipenjarakan dalam penyalahgunaan APBD Langkat tahun 2000-2007.

Rabu, 15 Mei 2015, Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara diringkus KPK. Dia ditangkap sehari setelah OTT yang dilakukan KPK terkait suap proyek Dinas PU di rumahnya di Medan.

 (Baca juga: Bupati Pakpak Bharat Jadi Tersangka Suap, Demokrat: Kita Ikut Prihatin)

pak

Kemudian pada Senin, 6 Oktober 2014, Bupati Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeng ditahan KPK. Dia dipenjarakan terkait kasus penyuapan terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar.

Senin, 3 Agustus 2015, Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, ditahan KPK. Dia dimasukkan dalam tahanan setelah diperiksa sebagai tersangka pemberi suap pada OTT hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Medan. Kasusnya kemudian berkembang dan Gatot kembali dijerat dalam kasus penyuapan kepada puluhan anggota DPRD Sumut. Penyidikan untuk para tersangka lain masih berlangsung hingga saat ini.

 

Rabu 13 September 2017, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain terjaring OTT KPK. Dia menerima suap terkait proyek di daerah yang dipimpinya.

Lalu pada Selasa, 17 Juli 2018, Bupati Labuhan Batu, Pangonal Harahap ditangkap dalam OTT KPK di Jakarta dan Labuhan Batu. Dia diduga menerima suap terkait proyek-proyek infrastruktur di Labuhan Batu.

Teranyar, Minggu 18 Nopember 2018, giliran Bupati Pakpak Barat, Remigo Yolando Berutu yang diringkus dalam OTT KPK. OTT itu diduga terkait suap proyek di Dinas PU Pakpak Bharat.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini