nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wapres: Universitas Harus Jadi Pelopor Kemajuan Industri

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 19 November 2018 11:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 19 65 1979709 wapres-universitas-harus-jadi-pelopor-kemajuan-industri-tvH6KPjagu.jpg Foto: Wakil Presiden Jusuf Kalla (Okezone)

BANDUNG -  Revolusi industri 4.0 menuntut pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Karena itu, jika Indonesia tidak meningkatkan ipteknya, bangsa ini akan jauh tertinggal bangsa lain.

Hal itu diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat menyampaikan orasi ilmiah dalam sidang terbuka Senat Universitas Islam Bandung di Kampus Unisba, Bandung, kemarin. JK menekankan pentingnya keterlibatan dunia pendidikan yaitu perguruan tinggi dalam revolusi industri 4.0.

“Apa revolusi industri keempat, yaitu kita bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Apabila kita tidak mengejar dan tidak ikut serta dalam percaturan ekonomi dengan ilmu pengetahuan itu, maka Indonesia akan tertinggal dan universitas harus menjadi pelopor dalam kemajuan industri dan ilmu pengetahuan ini,” tandas JK.

Baca Juga: 7 Tanda Orang Pintar, Ternyata Semuanya Tidak Disadari

JK mengaku bersyukur bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam dapat hidup damai. Meski Indonesia pernah mengalami konflik, saat ini sudah menjadi negara mayoritas Islam yang damai. “Dibanding yang lainnya, 30% negara Islam berkonflik pada dewasa ini bahwa ada perbedaan pandangan itu hal biasa dalam proses bernegara,” ujarnya.

Karena itu, JK mengajak masyarakat membangun Indonesia agar lebih maju. Dia mengharapkan bangsa Indonesia bisa maju dengan semangat yang tinggi. “Banyak negara yang maju karena sumber daya alam, karena sejarah, karena ilmu pengetahuan, tapi negara yang maju dengan semangat yang tinggi belum ada. Makanya, saya beri semangat kepada bangsa Indonesia,” tandasnya.

Baca Juga: Daftar 5 Universitas Terbaik Dunia, yang Paling Banyak Terserap Dunia Kerja

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam sambutannya mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan transformasi birokrasi, yaitu dari birokrasi tipe satu menjadi birokrasi tipe dua dan tipe tiga. Gubernur yang akrab dengan sapaan Emil itu menjelaskan, birokrasi tipe satu atau disebut birokrasi aturan akan diubah menjadi birokrasi tipe dua atau disebut performa atau kinerja. Dari dua tipe birokrasi ini, puncaknya akan menjadi birokrasi tipe tiga yang disebut birokrasi dinamis. Artinya, kata Emil, pembangunan yang akan dilakukan Pemprov Jabar selama lima tahun ke depan akan mengedepankan pola kerja sama dengan lembaga atau institusi lain yang mendukung kemajuan Provinsi Jabar.

”Kami akan menitipkan tujuan-tujuan pembangunan tidak hanya harus bisa dibereskan melalui birokrasi, bisa kita titipkan kepada mereka-mereka (institusi- institusi) yang mencintai Jawa Barat,” tandasnya. Termasuk, lanjut Emil, pelaksanaan pembangunan dengan melibatkan akademisi atau dunia Pendidikan.

“Dari 700 program selama lima tahun, saya akan menitipkan satu atau dua urusan pembangunan Jawa Barat kepada kampus yang teramat saya cintai ini,” katanya.

(rhs)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini