nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diwisuda, Hamzah: Tanpa Becak Saya Tidak Akan Bisa Sekolah

Jufri Tonapa, Jurnalis · Senin 19 November 2018 15:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 19 65 1979854 diwisuda-hamzah-tanpa-becak-saya-tidak-akan-bisa-sekolah-jJ8WaLUhR5.jpg Muhammad Hamzah Bikin Orang Terharu (Foto: Okezone)

MAJENE - Muhammad Hamzah, pemuda pengayuh becak di Majene akhirnya bisa di lulus kuliah dan di Wisuda di Universitas Terbuka di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, bersama 349 wisudawan lainnya.

Hamzah cukup bangga dengan profesinya karena mengantarkannya meraih gelar sarjana.

Rasa bangganya pun ditunjukkan dengan mengayuh becak dari rumahnya di Tanjung Batu Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, ke lokasi wisuda di Gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulbar, Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae.

Kendati jarak tempuhnya hingga 6 kilometer (km), Hamzah tak merasa capek. Lagipula di atas becak dia membawa sang ibu tercinta, Nur Samiah.

"Tanpa becak mungkin saya tidak bisa sekolah," kata Hamzah yang mengaku sudah menjalani profesi tersebut sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, Senin (19/11/2018).

Baca Juga: Viral, Hamzah Penarik Becak Bawa Ibunya ke Lokasi Wisuda

Hamzah memang diketahui dari keluarga yang kurang mampu. Ibunya, Samiah hanya berprofesi sebagai penjual kue keliling. Sedangkan Usman, almarhum ayahnya yang wafat sejak 2014, hanya nelayan tradisional.

Namun ekonomi yang lemah tak membuat Hamzah putus asa. Di sela sekolah, dia berkeliling kota Majene dengan becaknya untuk mencari penumpang.

“Untuk tambah penghasilan saya juga kadang menjadi tukang batu dan pemulung,” ujarnya.

Kendati sibuk mencari biaya pendidikan, anak bungsu dari 7 bersaudara itu tak mau ketinggalan pelajaran. Di balik jok becaknya, Hamzah menyimpan buku-buku bacaan. Hamzah juga memang cukup hobi membaca.

Dari pengalamannya itulah, mahasiswa jurusan Manajemen tersebut berencana membuat perpustakaan keliling dengan menggunakan becak yang akan dia kasih nama Becak Mandar, “Bukunya dari berbagai teman dan sumbangan dari pencinta literasi lainnya," kata Hamzah.

Baca Juga: Meme Menggelitik soal Skripsi, Dilangkahi Junior hingga Tertidur Saat Wisuda

Selain itu, Hamzah juga bermimpi untuk membuat kampung Mandar yang tujuannya untuk mempromosikan suku tersebut secara lebih mendalam,"Agar masyarakat luas tidak salah menginterprestasikan suku Mandar di kemudian hari," ujarnya.

Ketua Panitia pelaksana Wisuda UT Safriansyah mengatakan para mahasiswa yang di wisuda berasal dari berbagai Kabupaten di Sulbar.

"Dari 350 wisudawan dua orang merupakan mahasiswa S2 Magister Administrasi Publik dan selebihnya adalah mahasiswa PGSD S1," kata dia.

 

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini