nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Momentum Maulid Nabi, Maruf Amin: Walau Beda Capres Tak Boleh Bertengkar

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 20 November 2018 16:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 20 608 1980286 momentum-maulid-nabi-maruf-amin-walau-beda-capres-tak-boleh-bertengkar-FJUJmscevs.jpg Foto: Okezone

MEDAN - Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin bersama KH Yusuf Mansur, menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah yang diinisiasi oleh Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin (JAMIN) Sumatera Utara.

Perayaan Maulid yang dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat itu, dilaksanakan di Medan Internasional Convention Center (MICC) Jalan Gagak Hitam, Medan, Selasa (20/11/2018) .

Dalam sambutannya, Ma'ruf mengajak umat muslim untuk selalu meneladani dan mengikuti sunnah rasul. Baik itu dalam amalan maupun sikap dan perilaku serta perkataan.

Amin yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Nonaktif pun berharap jamaah dapat selalu bersikap dan berbicara dengan santun sesuai seperti perilaku Rasul. Hal itu dikatakannya karena belakangan ini banyak elemen bangsa yang mudah melontarkan makian dan kemarahan, bahkan oleh pemuka agama kepada jamaahnya.

Rais 'Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama itu juga berharap jamaah untuk sesering mungkin bersikap persuasif, seperti dengan menyampaikan ajakan, bukan ejekan atau hujatan. Rasulullah berhasil membangun dan pemimpin umat Islam karena kesantunannya.

 (Baca juga: Relawan Jokowi - Maruf Amin Gelar Safari Maulid di 10 Kota)

s

"Nabi Muhammad tokoh tiada tara di dunia ini. Karena beliau telah mengubah, masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat Khairat Ummat," katanya.

Selain itu, santri yang pernah menjadi Guru Madrasah ini mengatakan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap toleran. Dalam prinsip "Lakum Dii Nukum Wa Liya Diin" yang artinya, bagimu agamamu, bagiku agamaku.

Prinsip ini perlu diterapkan dalam kehidupan sosial dan bernegara, terlebih dalam suasana Pemilu saat ini. Yang mana toleransi harus tetap dijaga meskipun berbeda mazhab, berbeda pendapat, berbeda kelompok, berbeda keyakinan, sampai pada perbedaan partai politik dan calon Presiden yang didukung.

"Walaupun kita berbeda partai, berbeda capres, tetapi tidak perlu bertengkar. Di dalam satu bangsa, kita harus tetap rukun," ujarnya.

 (Baca juga: Jokowi: Nabi Muhammad SAW Adalah Pribadi yang Uswatun Hasanah)

Begitu pun antara satu umat Muslim dengan umat Muslim lainnya, harus tetap memelihara kasih sayang dan saling mencintai. Bukan selalu menonjolkan perbedaan dan bahkan saling membenci dan memusuhi.

"Jangan seperti umat Islam di luar sana. Sesama umat Islam saja bisa saling bertempur dan membunuh, seperti yang terjadi di Timur Tengah, Suriah, Libanon, Yaman dan Afghanistan,"tandasnya.

Menurut dia, kondisi itu tidak terjadi di Indonesia karena sejauh ini Ukhuwah Islamiyah atau jalinan persaudaraan sesama umat Muslim masih terjalin kuat.

sd 

"Para jamaah harus memperkuat sikap saling pengertian, bukan salah pengertian. Bila tidak, maka apapun yang mestinya sudah benar akan selalu dianggap salah. Kita harus bertoleransi. Silaturahmi dan ukhuwah tidak boleh terputus, apalagi jika hanya karena berbeda partai dan dukungan calon presiden,"tegasnya.

Di akhir sambutan Ma'ruf mengalungkan surban kepada Yusuf mansur dan Bobi Nasution. Dia juga memberiian tanda jika Yusuf Mansur masuk menjadi pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin.

"Saya berikan (surban ini) kepada KH Yusuf Mansur. Berarti dia sudah masuk Jaringan Jokowi- Ma'ruf amin," ungkapnya.

Yusuf Mansur pun menerima surban. Dia juga tampak menyalami dan mencium tangan Ma'ruf. Begitupun juga Bobi yang juga menjabat Ma'ruf.

Usai Maulidan, Ma'ruf dijadwalkan akan bertolak ke Kota Binjai. Dia juga akan menghadiri peringatan Maulid Nabi di sana.

Laki-laki 75 tahun itu, juga akan menghadiri pertemuan halaqah atau lingkar ulama se-Sumatera Utara di Hotel Adi Mulia, Medan. Dia juga akan menghadiri peresmian posko Relawan Barisan Nusantara di Medan, sebelum akhirnya kembali bertolak ke Jakarta pada malam hari nanti.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini