Share

Seorang Perempuan Bunuh Kekasih, Potongan Tubuhnya Dimasak ala Nasi Briyani

Agregasi BBC Indonesia, · Rabu 21 November 2018 22:26 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 21 18 1980929 seorang-perempuan-bunuh-kekasih-potongan-tubuhnya-dimasak-ala-nasi-briyani-D8Z2ZSvrb7.jpg Ilustrasi nasi briyani. (Foto: Alamy)

SEORANG perempuan Maroko yang tinggal di Uni Emirat Arab dituduh membunuh kekasihnya, memutilasi mayatnya untuk dimasak dengan nasi, yang di kawasan Teluk biasa disebut machboos, yang mirip dengan briyani.

Jaksa di Uni Emirat Arab mengatakan machboos ini disajikan kepada sejumlah pekerja asal Pakistan, tak jauh dari rumah perempuan tersebut.

Aparat penegak hukum mengatakan pembunuhan terjadi tiga bulan lalu, namun baru terungkap beberapa hari lalu, setelah ditemukan gigi manusia di blender milik perempuan tersebut.

Surat kabar terbitan Uni Emirat Arab, The National, memberitakan, kepada polisi perempuan ini telah mengakui perbuatannya dan mengatakan bahwa ia melakukannya ketika "dirinya sangat marah".

Penyelidikan terhadap perempuan berusia 30-an tahun ini masih berlangsung dan rencananya akan dilimpahkan ke pengadilan ketika penyelidikan selesai.

Menurut The National, perempuan ini sudah menjalin hubungan asmara dengan korban selama tujuh tahun. Selama ini, katanya, ia juga memberikan bantuan finansial.

Tapi, korban mengatakan bahwa ia ingin menikah dengan perempuan lain.

Nasi briyani. (Foto: Dada Sathilla/Okezone)

Polisi tidak memberikan penjelasan terperinci tentang bagaimana korban dibunuh,

Mengetahui bahwa korban hilang, saudara laki-lakinya berkunjung ke rumah perempuan ini di kota Al Ain, yang berbatasan dengan Oman.

Di rumah inilah ia menemukan gigi manusia di blender milik perempuan tersebut, yang membuatnya curiga, kata surat kabar The National.

Saudara korban melapor ke polisi, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan DNA yang hasilnya mengukuhkan bahwa gigi ini berasal dari korban.

Polisi mengatakan, perempuan ini awalnya tidak mengaku dan menyatakan bahwa ia sudah tidak tinggal satu rumah dengan korban. Ketika itu ia juga mengaku tak tahu di mana korban berada.

Namun kemudian, dalam pemeriksaan, ia pingsan dan mengakui perbuatannya.

Dikatakan, bahwa ia meminta bantuan teman untuk membersihkan rumahnya setelah pembunuhan.

Ia dilaporkan dikirim ke rumah sakit jiwa untuk menjalani pemeriksaan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini