nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Ringkus Bandar Ekstasi Kelas Kakap di Medan

Agregasi Waspada Online, Jurnalis · Rabu 21 November 2018 20:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 21 608 1980893 polisi-ringkus-bandar-ekstasi-kelas-kakap-di-medan-jrziFNDVqe.jpg ilustrasi

MEDAN - Tim Sat Res Narkoba Polrestabes Medan meringkus Firman, yang merupakan buronan polisi dalam kasus pemasok narkoba di salah satu tempat hiburan malam Medan. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti narkoba jenis ekstasi ratusan butir di Jalan Karakatau, Medan.

Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Priambodo, mengatakan tersangka Firman selama ini sudah menjadi target operasi (TO) karena menjadi pengedar narkoba di salah satu hiburan malam di Medan.

“Tersangka ditangkap setelah anggota mendapatkan laporan dari masyarakat adanya transaksi jual beli narkoba,” katanya, Rabu (21/11/2018).

Dalam penangkapan tersebut, sambung Raphael, penyidik tengah mendalami untuk menangkap pengedar lainnya yang turut bekerjasama dengan tersangka Firman dalam menjalankan roda bisnis jual beli narkoba. “Tersangka Firman masih kita periksa. Nanti akan dipaparkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tersangka Firman merupakan bandar narkoba jaringan kelas kakap. Dia merupakan pemasok narkoba jenis ekstasi di Karaoke Stroom Jalan Listrik, Medan.

Selain Firman, polisi juga meringkus tiga pengedar narkoba di lokasi hiburan malam, Karaoke Stroom, Gedung Selecta Building, Jalan Listrik Medan.

(Baca Juga: 6.731 Pil Ekstasi Asal Malaysia Diselundupkan Melalui Bandara Soetta)

Adapun ketiga pengedar yang diamankan berinisial, Har (50) warga Benteng Hulu Gang Amal, Medan Tembung, EM (40) warga Komplek Perumahan Sejahtera, Medan Tuntungan, dan RA (33) warga Kelurahan Besar, Medan Labuhan. Mereka terancam hukuman 20 tahun penjara.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, mengatakan penangkapan terhadap para tersangka berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan jika di lokasi Karaoke Stroom, diduga dijadikan tempat peredaran narkotika.

“Atas informasi tersebut, Minggu (18/11) sekira pukul 03.00 WIB, Kanit I Idik dan anggotanya merazia lokasi hiburan malam itu. Di KTV VII, anggota kita mengamankan EM dan RA. Saat digeledah, dari saku celana EM disita 1 butir pil ekstasi. Sementara dari tangan RA yang saat itu sedang memasukkan sabu ke plastik klip, disita 2 plastik berisi sabu seberat 25 gram, 1 paket kecil sabu, 1 butir pil ekstasi dan uang Rp520 ribu diduga uang hasil penjualan narkoba,” katanya.

Saat diinterogasi, tersangka bukanlah pegawai di KTV Stroom itu, melainkan pekerja yang khusus mengedarkan narkoba. Keduanya juga mengaku pil ekstasi tersebut dari Har. Petugas Satres Narkoba kemudian melakukan pengembangan.

“Minggu sekira pukul 13.00 WIB, Har diringkus di rumahnya, dan petugas juga mengamankan uang Rp6 juta diduga hasil penjualan narkoba serta 1 HP. Saat ER dan RA diinterogasi, kedua tersangka mengaku jika 2 butir pil ekstasi itu milik Har. Sedangkan sabu tersebut bukan milik Har,” terangnya.

Lanjut Kasat, ketiga tersangka itu berikut barang bukti langsung diboyong ke Mako guna menjalani pemeriksaan intensif. Dari hasil pemeriksaan, para tersangka sudah 2 bulan menjalankan bisnis haram itu. Sedangkan Har saat diperiksa mengaku sebagai Manager KTV Stroom.

“Ketiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subs 112 ayat (2) subs 132 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara,” pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini