nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikarantina, Harimau Atan yang Tersesat Dalam Ruko Alami Depresi

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 14:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 22 340 1981210 dikarantina-harimau-atan-yang-tersesat-dalam-ruko-alami-depresi-DAb0t7eEbY.jpg Harimau Atan (Okezone)

PEKANBARU – Sudah 14hari Harimau yang dievakuasi dari Desa Teluk Nibung Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Inhil, Riau dikarantina. Namun, Harimau yang kini diberi nama Atan ternyata mengalami depresi.

"Tentu harimau Atan depresi," kata Drh Dhita kepada okezone Kamis (22/11/2018).

 Baca juga: Kondisi "Atan", Harimau yang Terperangkap di Ruko Mulai Membaik

Selama dikarantina, harimau jantan dewasa ini ditempatkan di kandang besi yang cukup luas. Namun hal itu tetap mengganggunya, karena selama ini Atan hidup bebas di alam liar.

 https://img-z.okeinfo.net/content/2018/11/17/340/1979124/dievakuasi-ke-pusat-rehabilitasi-harimau-di-kolong-ruko-susul-bonita-ZdGiDyaIFN.jpg

Menurut Drh Dhita, Atan akan semakin depresi jika melihat manusia. Untuk itu, pihak Yayasan Ashari tempat rehabilitasi harimau Sumatera meminimalisir agar Atan tidak bertemu manusia.

 Baca juga: Dievakuasi ke Pusat Rehabilitasi, Harimau di Kolong Ruko Susul Bonita

"Kita berupaya agar harimau tersebut tidak sering kontak mata dengan manusia agar dia tidak depresi," ujarnya.

Secara keseluruhan, lanjutnya, kondisi kesehatan Atan mulai membaik. Luka di kaki depan dan belakang akibat kena jeratan pemburu mulai mengering.

 Baca juga: Petugas Temukan Sejumlah Luka di Harimau yang Terjebak di Ruko

Di pusat rehablitasi Harimau Sumatera, kandang Atan bersebelahan dengan harimau Bonita. Kedua merupakan harimau satu 'kampung' yang harus dievakuasi karena memasuki pemukiman warga. Masuknya harimau ke pemukiman karena habitat harimau di Inhil telah disulap menjadi perkebunan kelapa sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Atan memasuki kawasan Desa Teluk Nibung pada 14 November 2018. Si raja memasuki pasar Desa Nibung dan bersembunyi di bawah kolong ruko selama beberapa hari.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini