nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terdakwa Kasus Jarum dalam Stroberi di Queensland Bebas Bersyarat

ABC News, Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 06:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 23 18 1981567 terdakwa-kasus-jarum-dalam-stroberi-di-queensland-bebas-bersyarat-q6RO9nowkR.JPG Terdakwa My Ut Trinh (Foto: ABC News)

QUEENSLAND - DNA yang ditemukan pada jarum di dalam buah stroberi dalam kemasan plastik adalah "100 miliar kali" lebih mungkin milik dari mandor pertanian di Queensland My Ut Trinh daripada orang lain. Temuan ini diungkapkan jaksa dalam persidangan kasus ini di Brisbane.

My Ut Trinh (50) ditangkap awal bulan ini setelah penyelidikan besar-besaran yang dilakukan polisi mengenai bagaimana jarum jahit bisa dimasukan ke dalam buah stroberi yang dikirim ke seluruh Australia. Ia sebelumnya ditahan di Penjara Wanita Brisbane, tetapi pada hari Kamis (22/11/2018) diebaskan dengan jaminan oleh Pengadilan Magistrasi Brisbane. Dirinya dituntut dengan tujuh tuduhan pencemaran makanan.

Jaksa Cheryl Tesch mengatakan kepada pengadilan bahwa mereka memiliki bukti kuat terhadap My Ut Trinh, yang bekerja di peternakan Berry Licious di Caboolture, sebelah utara Brisbane. Cheryl berujar bahwa bukti-bukti yang diajukan polisi termasuk dua jarum yang ditemukan dalam wadah plastik di Victoria.

"DNA yang ditemukan pada salah satu jarum itu 100 miliar kali lebih mungkin berasal dari terdakwa," kata Cheryl Tesch seperti disitat dari ABC News, Jumat (23/11/2018).

Sementara itu, pengacara terdakwa, Nick Dore mengatakan bahwa kasus terhadap kliennya didasarkan pada desas-desus, sindiran dan rumor belaka.

Menurut Nick, kasus yang diajukan kepolisian didasarkan pada percakapan satu atau dua tahun silam di mana My Ut Trinh diduga telah berkata kepada pekerja lain dengan lontaran kalimat 'Jika saya membenci siapapun, saya akan menaruh jarum di buah stroberi dan membuat mereka bangkrut' kata Nick menirukan perkataan Ut Trinh.

Namun, lanjutnya, para pekerja tidak percaya bahwa Trinh serius dengan perkataannya. Ditambahkan Nick bahwa kliennya tidak punya motif untuk melakukan pelanggaran itu, dan telah mematuhi perintah polisi selama penyelidikan. Ketika dia mengakui DNA-nya ditemukan pada jarum, dia mengatakan itu tidak membuktikan dia memasukkannya ke dalam buah.

Dikatakannya, klien tidak berisiko melakukan pelanggaran jika dia dibebaskan dengan jaminan. Nick menyebut, risiko keamanan pribadinya pun rendah. "Tidak ada bukti ada kemungkinan tindakan main hakim sendiri dari industri buah-buahan," kata Nick.

Untuk diketahui, My Ut Trinh dibebaskan dengan jaminan bersyarat bahwa ia tidak menghubungi para pekerja di perkebunan stroberi, menyerahkan paspornya dan wajib lapor ke polisi tiga kali sepekan. Persidangan kasus ini ditunda hingga 17 Desember 2018 mendatang.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini