nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bawa Bayi, Politikus Swiss Dilarang Masuki Ruang Parlemen

Indi Safitri , Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 14:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 23 18 1981729 bawa-bayi-politikus-swiss-dilarang-masuki-ruang-parlemen-6jbeoHNO0b.jpg Parlemen Cantonal Basel Stadt. (Foto: Michael Fritschi)

BASEL – Seorang politisi dan bayinya yang berumur dua bulan dilarang memasuki ruangan di Parlemen Canton Basel-Stadt pada Rabu (22/11/18).

Anggota parlemen hijau, Lea Steinle yang sebelum meninggalkan ruangan sidang parlemen untuk menyusui anaknya, Miro dilarang masuk ketika dia mencoba kembali ke ruangan. Tindakan Presiden Cantonal, Remo Gallacchi dari Partai Demokrat Kristen (CVP) yang melarang Steinle untuk masuk mendapat kritiik dari anggota parlemen lainnya.

Anggota parlemen Sosialis, Danielle Kaufmann memprotes tindakan tersebut dengan mengatakan, "Tidak ada aturan bahwa politikus tidak diizinkan masuk ke ruangan karena dia memiliki bayi yang perlu disusui."

Gallacchi menanggapi dengan mengatakan bahwa hal itu adalah keputusannya. “Hanya kita yang ada di sini. Tapi di mana kita harus menarik garis? Dengan usia satu bulan? Dengan usia dua bulan? Dengan atau tanpa kereta bayi?” ujarnya.

Setelah lima menit diskusi tentang bagaimana kelanjutan masalah ini, Gallachi akhirnya mengalah dan menarik keputusannya, mengizinkan Steinle dan anaknya masuk kembali ke ruangan parlemen. Demikian diwartakan The Local, Jumat (23/11/2018).

Gallacchi kemudian memberi tahu saluran televisi TeleBasel bahwa masalah itu bukan tentang Steinle, melainkan tentang siapa yang memiliki akses ke ruang parlemen yang dapat disebut "masalah teknis murni". Aturan saat ini menyatakan bahwa hanya anggota parlemen dan staf yang dapat masuk.

Gallacchi juga mengatakan bahwa kelompok kerja akan mencoba muncul dengan solusi praktis sebelum sesi parlemen daerah berikutnya.

Bagi Steinle masalah ini belum selesai. Kepada surat kabar regional BZ dia mengatakan bahwa dirinya “dipilih oleh masyarakat dan penolakan itu berarti hak saya untuk memilih di ruangan ditolak."

Menurut Steinle, keputusan untuk melarangnya masuk ke ruangan merupakan tindakan diskriminatif, padahal setiap orang layak untuk berpartisipasi di parlemen, termasuk “ibu-ibu muda".

Insiden itu terjadi menyusul keputusan partai Gallacchi, CVP, yang menominasikan dua perempuan sebagai kandidat untuk Dewan Federal Swiss yang menerima banyak pujian secara luas. Partai itu juga memosisikan diri sebagai pembela nilai-nilai kekeluargaan.

Seorang juru bicara untuk parlemen Swiss di Bern mengatakan kepada lingkungan setempat bahwa politisi perempuan kadang-kadang membawa bayi ke majelis tinggi dan majelis rendah selama diskusi, meskipun tanpa menyusui anak-anaknya di ruangan.

Menurutnya, aturan-aturan parlemen secara eksplisit tidak mencakup keberadaan bayi dan itu tergantung pada kebijaksanaan dari Dewan-dewan Pelaksana ketika datang untuk menafsirkan peraturan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini