Pengangkatan KSAD Dinilai Politis, PDIP: Memang untuk Politik Pertahanan

Bayu Septianto, Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 14:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 23 605 1981775 pengangkatan-ksad-dinilai-politis-pdip-memang-untuk-politik-pertahanan-2fevJ4GaGU.jpg Kader PDIP (Foto: Bayu/Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai setiap kebijakan dan langkah yang diambil seorang presiden bersifat politis. Termasuk saat Presiden Joko Widodo mengangkat Andika Perkasa sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Banyak pihak menilai pengangkatan Andika sebagai KSAD sangat politis. Pasalnya, Andika yang kini resmi menyandang pangkat jenderal merupakan menantu dari mantan Kepala BIN, Hendropriyono, yang juga mantan Ketua Umum Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI). PKPI sendiri adalah salah satu partai politik pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Ya pengangkatan KSAD memang untuk politik pertahanan. Buang plastik di laut itu urusan politik. Harga cabe itu urusan politik. Sehingga pengangkatan pejabat negara itu urusan politik, dalam napas pengelolaan bangsa dan negara tak terlepas dari urusan politik," ujar Hasto usai memberi sambutan pada workshop Fraksi PDIP DPRD di Hotel Grand Paragon, Jakarta Barat, Jumat (23/11/2018).

Baca Juga: Walau Diserang Ujaran Kebencian, PDIP Ingatkan Kadernya Bangun Kultur Positif

PDIP

Hasto mengatakan Jokowi sebagai salah satu kader PDIP sangat paham dalam upaya memisahkan urusan negara dan urusan politik. Pemisahan ini, kata Hasto telah ditunjukkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menjabat sebagai Presiden ke-5 RI.

"Ketika Ibu Mega menjadi presiden, tidak ada orang partai yang dibawa ke Istana. Karena kita menghormati yang namanya proses bernegara itu sebesar-besarnya untuk kepentingan bangsa dan negara," jelasnya.

"Sehingga kami sudah belajar mengelola kekuasaan dengan baik. Kami enggak pernah intervensi. Jadi yang menuduh itu biasanya di masa lalu pernah menggunakan kekuasaannya untuk politik," tandasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini