nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peningkatan Daya Saing Bangsa Menjadi Titik Fokus Kerja Kemenristekdikti

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 14:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 23 65 1981763 peningkatan-daya-saing-bangsa-menjadi-titik-fokus-kerja-kemenristekdikti-JkrcHQcIIr.jpeg Foto: Dok. Kemenristekdiktik

JAKARTA – Salah satu titik fokus kerja Kemenristekdikti dalam 4 Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla adalah peningkatan daya saing bangsa.

“Kami sampaikan penguatan riset di Kemenristekdikti dalam rangka daya saing bangsa. Daya saing bangsa harus kita dorong terus yaitu peningkatan SDM. Sekarang dalam pemerintahan Jokowi-JK menurut Global Competitiveness Report terkait daya saing bangsa Indonesia sudah mencapai peringkat ke-36 dari peringkat 41 sebelumnya,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir saat Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Membangun Indonesia Dalam Perspektif Peningkatan Daya Saing Daerah’, bertempat di Ruang Hayam Wuruk, Gedung Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Baca Juga: Kemenristekdikti Bentuk Lembaga Urusi Tes Masuk Perguruan Tinggi

Dikutip dari laman resmi Ristekdikti, ristekdikti.go.id, Jumat (23/11/2018), Menristekdikti Mohamad Nasir juga mengatakan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembudayaan riset untuk menghasilkan inovasi merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia. Nantinya SDM tersebut mampu bersaing dengan tenaga kerja asing di level global. Sehingga, akan menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang menjadi salah satu motor penggerak peningkatan daya saing bangsa lebih jauh memaparkan bahwa sudah saatnya melakukan transformasi perekonomian negara dari ekonomi berbasis pada sumber daya alam (resource based economy) menjadi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan (knowledge based economy).

Oleh karena itu, dibutuhkan riset dan pengembangan untuk menghasilkan inovasi. Produk inovasi akan memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi, dan yang terpenting produk inovasi harus dihilirisasikan agar dapat dikomersialisasikan.

Motor Listrik Gesit karya Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) merupakan salah satu hasil inovasi anak bangsa yang sangat membanggakan dan akan diproduksi secara massal di tahun 2019. Motor ini telah di uji coba langsung oleh Presiden Joko Widodo dan mendapatkan pujian.

“Kecanggihan motor listrik ini bisa dikebut sampai kecepatan 100 km/jam dan speedometer bisa dipakai untuk telepon pintar (smartphone). Produk ini rencananya akan produksi massal pada awal 2019. Pabriknya disiapkan di Sentul, Jawa Barat,” jelas Menteri Nasir.

Kemenristekdikti juga berupaya untuk menguatkan kualitas SDM Indonesia untuk peningkatan daya saing bangsa dengan cara meningkatkan akses mengenyam pendidikan tinggi. Salah satunya dengan cara kebijakan afirmasi bagi kelompok tidak mampu melalui pemberian bantuan biaya Pendidikan Bidikmisi.

Baca Juga: Kemrisetdikti Dukung Start Up Berbasis Teknologi lewat Inovator Inovasi Indonesia Expo

Program Bidikmisi pada 2018 ditargetkan sebanyak 368.961 orang, sedangkan alokasi untuk Jatim ditargetkan sebanyak 63.147 orang. Posisi Triwulan III 2018 capaian penerima Bidikmisi untuk Nasional 302.764 dan penerima untuk Jatim sebanyak 47.899 orang di wilayah Surabaya, Madura, Malang, Pacitan hingga Banyuwangi.

Dalam acara yang berbeda, Menristekdikti mengungkapkan ‘Ekonomi Berbasis Inovasi’ merupakan hal utama untuk meningkatkan daya saing bangsa.

“Trend riset di Indonesia saat ini terjadi terlalu berbasis ‘supply’, dan akan jauh lebih baik apabila industri lebih berperan mendorong riset kearah ‘demand driven’, supaya terciptanya transformasi yang kita cita-citakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Menristekdikti mengungkapkan, riset dan inovasi merupakan kunci utama dari transformasi tersebut. Oleh karena itu, Kemenristekdikti selama empat tahun ini telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan budaya riset dan inovasi di perguruan tinggi, lembaga penelitian dan masyarakat.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini