nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenhub Ajak ITS dan Poltekpel Kembangkan Pemberdayaan Masyarakat

Rany Fauziah, Jurnalis · Sabtu 24 November 2018 18:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 24 65 1982299 kemenhub-ajak-its-dan-poltekpel-kembangkan-pemberdayaan-masyarakat-quSnoY8eC5.jpeg Foto: Website ITS

SURABAYA – Kementerian Perhubungan melakukan kesepakatan kerja sama dalam mengembangkan perdayaan masyarakat dengan ITS dan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya di bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, penelitian bersama (joint research) dan pengabdian kepada masyarakat.

Melansir dari laman ITS, Sabtu (24/11/2018), Menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ada antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, dilakukan kesepakatan kerja sama antara ITS dengan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya di bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, penelitian bersama (joint research) dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan di Rektorat ITS.

Baca Juga: Mobil Listrik ITS Keliling Indonesia Selama 100 Hari

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub RI Ir Umiyatun Hayati Triastuti MSc mengatakan, adanya kerja sama antara kementerian dan perguruan tinggi (PT) ini sebagai bagian dari tugas Unit Pelaksana Teknis (UPT), yaitu pendidikan dan pelatihan. “MoU sudah dilakukan sebelumnya antara pak Menhub (Ir Budi Karya Sumadi, red) dengan pak Rektor (Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, red), sebagai tindak lanjut dari program Kemenhub, yakni Diklat Pendidikan dan Pelatihan,” jelasnya.

Umiyati mengungkapkan, adanya target Diklat Pendidikan dan Pelatihan (DPM) hingga 165 ribu orang di tahun depan, membuat Menhub mengarahkan dirinya dan tim agar berkolaborasi dengan perguruan tinggi (PT) yang ada di Indonesia, salah satunya dengan ITS. “Sehingga jangan sampai ada daerah yang tertinggal dari program DPM, apalagi sampai salah sasaran,” sambungnya.

its

Ia menerangkan, DPM di Kemenhub ini diarahkan untuk meningkatkan kinerja safety (keselamatan) pada bidang transportasi, karena safety merupakan aspek utamanya. Selain itu, DPM ini juga sebagai pengembangan masyarakat, supaya masyarakat yang beruntung bisa mendapatkan akses pekerjaan pada bidang keahlian tertentu. “Sehingga ketika diperlukan, masyarakat bisa membantu program ini,” ujar perempuan berkacamata ini.

Sementara itu, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Dr Ir Patdono Suwignjo yang turut hadir memberikan tanggapan bahwa kolaborasi seperti ini dilakukan dengan harapan hasilnya dapat lebih baik. “Agar nantinya juga dapat mendukung program pemerintah, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak khususnya perguruan tinggi,” tuturnya. Ia juga menegaskan bahwa pada prinsipnya Kemenristekdikti sangat mendukung hal ini.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Aplikasi Rindang untuk Atasi Masalah Penghijauan

Menyikapi hal tersebut di atas, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD mengatakan, akan segera menindaklanjuti kerja sama dengan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya ini. “Beberapa masyarakat yang terpilih pada bidang tertentu akan kami berikan pelatihan,” ujar Joni.

Guru besar Teknik Lingkungan ini juga menambahkan, untuk ke depannya lulusan ITS tidak hanya sekedar mendapat ijazah, namun juga diberikan sertifikasi sesuai keahlian. “Nantinya akan coba kami kembangkan melalui LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi, red) yang ada di ITS, sehingga dapat menunjang karir profesional mereka (lulusan ITS, red) pada bidangnya masing-masing,” pungkas Joni.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini