nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Genting dari Limbah Karya Mahasiswa Undip Raih Medali Emas di Jerman

Taufik Budi, Jurnalis · Senin 26 November 2018 18:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 26 65 1983109 genting-dari-limbah-karya-mahasiswa-undip-raih-medali-emas-di-jerman-8NtGbSBHon.JPG Foto: Genting Karya Mahasiswa Undip

SEMARANGGenting inovasi karya mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) meraih medali emas dalam ajang kompetisi International Trade Fair of Ideas, Inventions and New Products (The iENA) di Nurenberg, Jerman, pada November 2018. Mereka memanfaatkan limbah styrofoam yang banyak tersebar di masyarakat.

Kelompok mahasiswa itu adalah Yunnia Rahmandanni, Latifa Nida, Nurul Hidayah (Fakultas Sains dan Matematika), Ibadurrahman (Fakultas Tehnik), dan Rifqi Rudwi (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan). Lima mahasiswa itu tergabung dalam satu kelompok di bawah bimbingan dosen muda dari Sekolah Vokasi Undip, Moh Nur Sholeh.

Pembuatan genting inovasi ini sebenarnya sama dengan genting pada umumnya, yaitu menggunakan material semen dan pasir. Namun perbedaannya dengan menambahkan styrofoam yang sebelumnya dihancurkan menjadi butiran-butiran kecil agar mudah menyatu dengan bahan semen dan pasir.

“Gagasan inovasi produk baru ini diinspirasi dari kegelisahan kami dan teman-teman melihat banyaknya limbah styrofoam dan kita tahu styrofoam itu tidak ramah lingkungan karena tidak dapat diuraikan oleh alam. Oleh karenanya terpikir bagi kami bagaimana membuat produk dengan memanfaatkan limbah styrofoam tersebut, karena biayanya murah untuk ukuran kami mahasiswa,” tutur Yunnia, ketua tim yang juga mahasiswa semester 7 Fakultas Sains dan Matematika, Undip, Senin (26/11/2018).

Baca Juga: 5 Mahasiswa Undip Ciptakan Inovasi Scanner Nilai Mata Uang bagi Penyandang Tuna Netra

Genting inovasi berbahan campuran styrofoam ini dibuat melalui proses pengolahan berbasis sains dan didesain memiliki ketahanan terhadap guncangan. Bobotnya juga yang lebih ringan dan kelentingan yang tinggi dibanding genting beton. Tekanan rata-rata (Fc’) 1,59 MPa, modulus elastisitas (Ec) 496 MPa dan modulus of ruture 0,6282 MPa dan berat rata-rata sebesar 760 kg/m3.

“Penambahan styrofoam ini dilakukan dengan komposisi tertentu, agar dihasilkan genting yang relatif ringan serta memiliki kelentingan yang optimal, sehingga dapat meminimalisasi korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan atap akibat gempa,” tutur Muh Nur Sholeh, dosen pembimbing, yang juga sebagai pengampu mata kuliah Mekanika Rekayasa Struktur Bangunan Tahan Gempa, Sekolah Vokasi, Undip.

Produk genting inovasi yang ramah lingkungan ini bisa menyerap limbah styrofoam sebanyak 5kg/m2genteng. Jika asumsi satu rumah atapnya 40 m2 maka limbah styrofoam yang dapat diserap sebanyak 200 kg styrofoam tiap rumah.

Inovasi genting ramah lingkungan tersebut mendapat juara pertama dalam ajang kompetisi International Trade Fair of Ideas, Inventions and New Products (The iENA) yang digelar lembaga internasional AFAC, di Nurenberg, Jerman, belum lama ini. Even ini diikuti 800 peneliti muda dari 30 negara yang ikut berpartisipasi. Peserta dari Indonesia ada 2 tim, termasuk Undip.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini