nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Anak Krakatau Mengalami 18 Kegempaan Letusan

Antara, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 08:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 27 340 1983285 gunung-anak-krakatau-mengalami-18-kegempaan-letusan-qbv5mgxS8l.png Gunung Anak Krakatau. (Foto: BNPB)

BANDAR LAMPUNG – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengalami 18 kali kegempaan letusan sepanjang pengamatan pada Senin 26 November hingga Selasa dini hari. Teramati ada 8 kali letusan dengan tinggi 200–600 meter warna asap hitam.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Selasa (27/11/2018), periode pengamatan 26 November 2018, pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB, secara visual malam dari CCTV teramati lontaran material pijar tinggi 100–200 meter di atas puncak.

Data tersebut meneruskan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau oleh Windi Cahya Untung, staf Kementerian ESDM, Badan Geolog, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, bahwa gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Sepanjang pengamatan itu, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau mengalami kegempaan letusan 18 kali, amplitudo 45–58 mm, durasi 30–107 detik. Embusan 19 kali, amplitudo 9–35 mm, durasi 15–55 detik. Tremor Harmonik 36 kali, amplitudo 9–56 mm, durasi 24–479 detik.

Vulkanik Dangkal 17 kali, amplitudo 7–24 mm, durasi 7–13 detik. Vulkanik Dalam 7 kali, amplitudo 35–56 mm, S-P 1–2,1 detik; durasi 10–25 detik. Tremor Menerus amplitudo 2–16 mm (dominan 4 mm).

Gunung Anak Krakatau dengan ketinggian 338 meter dari permukaan laut (MDPL) ini saat pengamatan, kondisi cuaca cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur laut, timur, dan barat daya, dan barat. Suhu udara 23–31 derajat Celsius, kelembapan udara 59–100 persen, dan tekanan udara 0–0 mmHg.

Kesimpulan, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada). Masyarakat/wisatawan pun tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini