nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Era Revolusi Industri 4.0, UBM Buka Prodi Bisnis Digital

Anggun Tifani, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 14:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 27 65 1983470 era-revoluisi-industri-4-0-ubm-buka-prodi-bisnis-digital-PdVwk2xa4j.jpg UBM Buka Prodi Bisnis Digital (Foto: Okezone)

TANGERANG - Menyambut kegiatan pemerintah terhadap Revolusi Industri 4.0, membuat Universitas Bunda Mulya (UBM) membuka program studi (prodi) Bisnis Digital. Lulusannya prodi ini nantinya bukan bergelar sebagai Sarjana Ekonomi (S.E) melainkan sebagai Sarjana Bisnis Digital (SBD).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Tonny Hendratono mengatakan, peluncuran program studi tersebut merupakan cara mereka dalam menjawab tantangan Presiden Joko Widodo.

"Kita jawab tantangan Presiden, yang mengimbau kurikulum pendidikan di Indonesia untuk dapat disesuaikan untuk dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman, karena saat ini belumlah banyak kampus yang membuka prodi bisnis digital," ujarnya saat konferensi pers, Selasa (27/11/2018).

Baca Juga: Pasar Modal Jadi Tren, Apa yang Perlu Dipersiapkan Kaum Milenial?

Menurut Tonny, saat ini masyarakat dihadapi dengan perubahan selain teknologi, juga berkaitan dengan lifestyle. "Sekarang ini saya bisa mengatakan terjadi perubahan luar biasa dengan dunia bisnis. Konsekuensi logis bagi perusahaan yang masih bisnis offline mau tidak mau harus mengubahnya ke online karena 'DNA'nya berbeda," terangnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademi Kandi Sofia Senastri mengungkapkan, pihaknya juga telah menyiapkan kurikulum yang dicontoh dari kampus luar negeri.

"Saat ini belum ada kurikulum yang mengembangkan bisnis digital kita melakukan penyusunan kurikulum dengan cara desk comparison. Kita membandingkan dengan tiga universitas yang beberapa diantaranya dari Australia. Tapi tidak kita mentah-mentah kita tiru, kita hanya mencontoh lalu menyesuaikan dengan warna Indonesia," jelas Kandi.

Baca Juga: Mahasiswa Ikut Lomba Analisa Pasar Modal di HUT ke-4 Galeri BEI-MNC Sekuritas, Berikut Daftar Pemenangnya!

Kandi mengatakan, pihaknya juga telah mendapatkan legalitas dari Kemenristekdikti. "Izin prodi sudah turun sudah bisa kita me nyelenggarakan prodi sekaligus melakukan pemasaran terhadap prodi tersebut. Di tahun ajaran 2019 ini kita target bisa buka 5 kelas, dan ketika lulus nanti bukan bergelar SE tapi SBD," ungkapnya.

Sebagai informasi, biaya perkuliahan prodi ini yaitu sebesar Rp9 juta per semester, hal itu sudah termasuk biaya pokok semester dan biaya perkuliahan. Selain itu, prodi ini terbuka di kelas UBM Alam Sutera dan UBM Ancol.

(fbn)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini