nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rumah Pengoplos Gas LPG Digerebek Polisi, Ratusan Tabung Disita

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 28 November 2018 04:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 28 608 1983744 rumah-pengoplos-gas-lpg-digerebek-polisi-ratusan-tabung-disita-ieUMGWY8OS.jpg Foto Ilustrasi Okezone

MEDAN - Personel Kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Padang Sidempuan, menggrebek salah satu rumah di Komplek Perumahan Sidempuan Lestari Indah, Kelurahan Palopat, Kecamatan Padang Sidimpuan Tenggara, Kota Padang Sidimpuan, Sumatera Utara, Selasa (27/11/2018).

Rumah yang dihuni ZS (43) bersama keluarganya itu, digrebek lantaran dijadikan sebagai lokasi pengoplosan gas elpiji. Yakni memindahkan gas bersubsidi dari tabung elpiji ukuran 3 kg ke tabung LPG non subsidi ukuran 5 kg dan 12 kg.

Kapolres Padang Sidempuan, AKBP Hilman Wijaya menyebutkan, penggerebekan itu bermula dari informasi yang diberikan masyarakat, bahwa ZS dan keluarganya menjalankan bisnis pengoplosan gas di rumah tersebut. Berangkat dari informasi itu, Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan bukti-bukti pengoplosan tersebut.

"Dari penggerebekan itu kita tangkap seorang tersangka berinisial ZS berikut barang bukti 450 unit tabung LPG ukuran 3 kg, puluhan tabung LPG ukuran 5 kg dan 12 kg, serta alat-alat pengoplos gas seperti regulator, segel LPG, karet pengaman tabung, timbangan serta satu unit kenderaan pickup," sebut Hilman.

 penangkapan

Atas perbuatannya, lanjut Hilman, tersangka ZS akan dijerat dengan Pasal 62, Pasal 8, Pasal 10 pada UU No.08 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 30, Pasal 31, Pasal 32 UU No.02 tahun 1981 tentang Metrologi Legal Jo Pasal 53 UU RI No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas.

"Ancamannya di atas lima tahun penjara,"tegas Hilman.

Terpisah, Manager Komunikasi dan Relasi PT Pertamina Marketing Operasional Regional I-Sumatera Bagian Utara, Rudi Arifianto, mengapresiasi setiap langkah yang dilakukan penegak hukum atas upaya pengoplosan LPG ukuran 3 kilogram ini.

Praktik pengoplosan selama ini kata Rudi, membuat kuota LPG bersubsidi yang disalurkan selalu membengkak. Di sisi lain, praktik pengoplosan membuat masyarakat miakin semakin sulit mendapatkan lpg bersubsidi.

"Kita mengapresiasi upaya-upaya penegakkan hukum itu. Kita harap ini dilakukan secara berkesinambungan," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini