nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ukraina Minta NATO Kirim Kapal Angkatan Lautnya ke Dekat Perairan Krimea

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 13:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 29 18 1984452 ukraina-minta-nato-kirim-kapal-angkatan-lautnya-ke-dekat-perairan-krimea-phlkaYmovM.jpg Presiden Ukraina, Petro Poroshenko. (Foto: Reuters)

KIEV – Presiden Ukraina, Petro Poroshenko mendesak Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mengirimkan kapal perangnya ke Laut Azov menyusul konfrontasi antara Ukraina dan Rusia yang terjadi di lepas pantai Krimea akhir pekan lalu. Poroshenko berharap kapal-kapal NATO dapat di relokasi untuk memberikan “bantuan dan keamanan” kepada Ukraina.

Pada Minggu, Rusia melepaskan tembakan ke arah tiga kapal Ukraina dan menangkap awak mereka saat berlayar di Selat Kerch di antara Laut Hitam dan Laut Azov lepas pantai Krimea yang dikuasai Rusia.

BACA JUGA: Langgar Batas Laut, Rusia Tembak dan Tahan 3 Kapal Ukraina

NATO telah menyatakan "dukungan penuh" untuk Ukraina terkait insiden ini meskipun negara pecahan Uni Soviet itu bukanlah negara anggota.

Di tengah situasi yang tegang, Presiden Rusia, Vladimir Putin menuding Poroshenko melakukan sebuah provokasi laut untuk meningkatkan ratingnya menjelang pemilihan umum 2019.

Poroshenko telah menerapkan status darurat militer di wilayah perbatasan Ukraina selama 30 hari sebagai tanggapan atas krisis yang terjadi.

Dalam wawancara dengan media Jerman, Bild, Poroshenko mengatakan bahwa Rusia ingin untuk mengambil kendali dari Laut Azov.

"Jerman adalah salah satu sekutu terdekat kami dan kami berharap bahwa negara-negara dalam NATO sekarang siap untuk merelokasi kapal angkatan laut ke Laut Azov untuk membantu Ukraina dan memberikan keamanan," kata Poroshenko dalam wawancara tersebut sebagaimana dilansir BBC, Kamis (29/11/2018).

"Kami tidak bisa menerima kebijakan agresif Rusia ini. Pertama, Krimea, kemudian Ukraina timur, sekarang dia menginginkan Laut Azov. Jerman juga harus bertanya pada dirinya sendiri: Apa yang akan dilakukan Putin selanjutnya jika kita tidak menghentikannya?"

BACA JUGA: Ukraina Berlakukan Hukum Darurat Perang Usai 3 Kapalnya Dihadang Rusia

Pada Senin, Sekretaris Jenderal NATO menuntut Rusia untuk membebaskan para pelaut dan kapal Ukraina yang ditahan atau menerima “konsekuensinya”. Dia juga menyatakan bahwa NATO akan terus memberikan dukungan praktis dan politis kepada Ukraina yang merupakan negara mitranya.

Namun, sejauh ini belum ada tanggapan dari NATO mengenai permintaan Poroshenko.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini