Share

Polisi Duga Ada Keterlibatan Mafia dalam Kasus Kelangkaan BBM di Raja Ampat

Chanry Andrew S, Sindo TV · Kamis 29 November 2018 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 29 340 1984773 polisi-duga-ada-keterlibatan-mafia-dalam-kasus-kelangkaan-bbm-di-raja-ampat-tbLq6sCjax.jpg Ilustrasi Pom Bensin (Foto: Okezone)

WAISAI - Jajaran Kepolisian Polres Raja Ampat secara intensif memeriksa para pelaku penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Premium yang diamankan Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Raja Ampat, Papua.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Raja Ampat, AKP Bernadus Okoka mengatakan sebanyak lima orang pelaku penimbunan BBM telah diamankan. Sebagai barang bukti, petugas menyita 20 Ton BBM Subsidi serta BBM ilegal jenis Solar dan Premium yang di timbun di lima lokasi terpisah di kota Waisai, Ibu kota Kabupaten Raja Ampat.

"Dalam operasi yang kami lakukan pada tanggal 17 dan 18 November pekan kemarin, lima orang telah kami amankan, berikut barang bukti berupa BBM yang kuat diduga ilegal jenis Solar dan Premium," ungkap AKP Bernadus Okoka, di ruang kerjanya, Kamis (29/11/2018).

Kelima orang pelaku penimbunan BBM ini akan dijerat UU Migas pasal 23 dan 25 tentang Niaga. Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan adanya mafia minyak di pulau Bahari tersebut.

Baca Juga: Warga Raja Ampat Mulai Resahkan Kelangkaan BBM

Bensin

Berdasarkan informasi dari masyarakat, Bernadus Okoka menduga adanya keterlibatan mafia BBM atau spekulan minyak. Motif para spekulan minyak ini biasanya mengambil BBM di pangkalan BBM dengan harga subsidi, kemudian di jual lagi ke konsumen.

"Diduga mereka jual kepada pihak Hotel, Kapal Pesiar dan sejumlah oknum-oknum kontraktor proyek dengan harga industri. Selain itu, ada motif lainnya, yakni BBM ditimbun di pangkalan mereka. Lalu saat distribusi BBM ke Waisai terlambat, terjadi kekosongan BBM. Nah, para spekulan ini mulai mengeluarkan BBM untuk dijual, tentu dengan harga tinggi," jelas Okoka.

Okoka juga mengatakan, operasi kelangkaan BBM ini akan terus dilakukan apalagi sebentar lagi memasuki Hari Raya Natal dan Tahun Baru, stok BBM seharunya aman di daerah.

"Kami akan bekerja sama dengan instansi terkait, apalagi ini sudah dekat hari Raya Natal dan Tahun Baru. Kelangkaan BBM tidak boleh terjadi dan masyarakat dapat memasuki hari raya nanti dengan kondisi tenang, " pungkasnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini