nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Selisik Asal Senpi Penembak Petugas PPS di Sampang

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 16:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 29 519 1984608 polisi-selisik-asal-senpi-penembak-petugas-pps-di-sampang-xWJJucWSiQ.jpg Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polisi masih terus melakukan penelisikan asal-muasal senjata api (senpi) yang digunakan Idris (30) untuk menembak Subaidi (40), salah satu petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

"Sedang mendalami dari mana asal senpi, senpinya itu senpi rakitan. Sama, amunisinya juga sedang didalami dari penyidik Polres Sampang," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2018).

Sejauh ini, kata Dedi, berdasarkan hasil penyidikan, ditemukan fakta bahwa senpi yang digunakan pelaku merupakan jenis bareta pabrikan dari Amerika Serikat (USA).

(Baca Juga: Pelaku Penembakan Anggota PPS di Sampang, Ternyata Pakai Senpi Pabrikan)

Ilustrasi

Peristiwa ini diketahui berawal dari perselisihan dan debat di media sosial. Diduga kuat, kedua orang tersebut berselisih tegang lantaran perbedaan pandangan politik dalam Pemilu 2019 mendatang.

Akibat percekcokan itu, kedua warga Jawa Timur itu akhirnya menyelesaikannya dengan cara bertemu langsung. Alhasil, Idris menembak Subaidi dengan senpi tersebut.

Menurut Dedi, berdasarkan pemetaan aparat, wilayah Jawa Timur seharusnya lebih kondusif dibandingkan daerah lainnya terkait dengan dinamika perpolitikan dewasa ini.

Oleh karena itu, Dedi memprediksi, kejadian tersebut merupakan akibat permasalahan personal. Sehingga keduanya sama-sama terpancing emosi.

"Kalau di Jawa Timur jauh lebih kondusif situasinya, masyarakat jauh lebih terbuka. Madura juga sama seperti itu. Mereka terprovokasi masalah personal saja. Kami antisipasi ancaman secara maksimal," ucap Dedi.

Dalam kasus ini, diketahui bahwa korban ditembak pada dada kiri menembus pinggang bawah sebelah kanan. Dengan kejadian itu, korban pun meninggal dunia setelah dilakukan tindakan medis.

(Baca Juga: Begini Kronologi Penembakan Anggota PPS di Sampang)

Tersangka berhasil ditangkap polisi ketika hendak kabur ke Kabupaten Pamekasan, tepatnya di daerah Karang Penang. Motif dari kasus penembakan yang berujung pada tewasnya korban diduga karena persoalan beda dukungan dalam Pilpres 2019.

Polisi akan menjerat tersangka dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 56 Ayat (1) ke 1e dan 2e KUHP atau Pasal 338 KUHP jo Pasal 1 Ayat (1) UU RI Nomor: 12/Drt/1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini