nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komandan Seskoal Rumuskan Inisiatif Pembentukan Maritime Security Coordination Center

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 07:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 29 65 1984348 komandan-seskoal-rumuskan-inisiatif-pembentukan-maritime-security-coordination-center-Q2T5PuG91c.jpeg Seminar Internasional Uni Eropa-ASEAN (Foto: Dok. Unhan)

JAKARTA - Seminar internasional antara Uni Eropa dan ASEAN diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut mulai 26-28 November 2018 di Jakarta. Kegiatan ini membahas peningkatan kerjasama bidang pertahanan dan keamanan.

4TH EU-ASEAN Seminar on Security and Defence merupakan bentuk nyata kerjasama antara Universitas Pertahanan (Unhan) bersama European Security and Defence College (ESDC) dalam rangka perwujudan Unhan sebagai World Class Defense University. Peserta seminar internasional utamanya adalah para pejabat perwakilan dari 28 negara anggota Uni Eropa dan 10 negara anggota ASEAN baik dari kalangan militer maupun non militer sejumlah 74 orang, ditambah pejabat Komisi Uni Eropa dan Sekretariat ASEAN. Para akademisi dari beberapa perguruan tinggi dunia, pakar dan praktisi juga hadir berinteraksi membahas berbagai isu pertahanan dan keamanan dunia terkini.

Baca Juga: Universitas Pertahanan Hasilkan Profesor Ilmu Pertahanan Sekaligus Buka Prodi Doktoral S3

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Okezone, Kamis (29/11/2018), Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda TNI DR. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D. menjadi pembicara pertama pada panelis hari ketiga dengan paparan makalah berjudul “Countering Organized Crime and Managing Maritime Security in Indonesia”.

unhan

Berbagai bentuk kerjasama keamanan maritim antara TNI AL bersama instansi lain di dalam negeri dan luar negeri menunjukkan efektivitas dari tahun ke tahun. Guna mengantisipasi dan mencegah bentuk-bentuk kejahatan teroganisir di masa depan, maka dibutuhkan konsep dan mekanisme baru melalui pembentukan Maritime Security Coordination Center (MSCC).

Baca Juga: Rektor Unhan Berharap IIDSS Melahirkan Diplomasi Pertahanan

Sesuai Hukum Laut Internasional 1982 dan berbagai peraturan perundangan nasional, maka TNI AL dan Bakamla adalah 2 institusi yang dapat membentuk MSCC pada tataran pemerintah pusat dan pemerintah daerah sekaligus menjalin hubungan dengan Coordination Center milik negara-negara lain di kawasan.

Para peserta seminar internasional menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap pemerintah Indonesia dapat segera meresmikan MSCC sebagai salah satu implementasi kebijakan Poros Maritim Dunia.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini